Menggoreng Menggunakan Air Fryer, Apakah Lebih Sehat?

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Jum'at, 11 Juni 2021 | 15:30 WIB
Menggoreng Menggunakan Air Fryer, Apakah Lebih Sehat?
Ilustrasi air fryer. (Shutterstock)

Suara.com - Belakangan ini, penggunaan air fryer untuk menggoreng sedang naik daun. Alat ini menawarkan metode baru dalam menggoreng karena hanya membutuhkan sedikit minyak, atau bahkan tanpa minyak goreng sama sekali.

Meski demikian, hasil gorengan menggunakan air fryer tetap renyah setara dengan deep frying. Maka dari itu, air frying dianggap sebagai metode memasak yang lebih sehat.

Sebab dibandingkan mengonsumsi makanan yang digoreng secara tradisional, menggunakan air fryer dapat mengurangi jumlah lemak, kalori, dan senyawa yang berpotensi berbahaya dalam makanan. Demikian dilansir dari Healthline.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan atau menurunkan asupan lemak, beralih ke air fryer mungkin merupakan pilihan yang baik.

Namun, perlu diingat bahwa hanya karena itu mungkin pilihan yang lebih baik daripada menggoreng, tidak berarti itu adalah pilihan terbaik untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.

Sebab memasak makanan dengan air fryer masih digolongkan sebagai makanan yang digoreng. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa makan makanan yang digoreng dapat dikaitkan dengan banyak efek negatif pada kesehatan.

Makanan yang digoreng telah terbukti berkali-kali berkontribusi terhadap penambahan berat badan, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker tertentu

Sebagai contoh, sebuah penelitian terhadap 15.362 orang menemukan bahwa makan lebih banyak makanan yang digoreng dikaitkan dengan risiko gagal jantung yang lebih besar.

Penelitian lain menunjukkan bahwa makan makanan yang digoreng secara teratur dapat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker jenis tertentu, termasuk kanker prostat, paru-paru, dan mulut.

Baca Juga: Viral Kertas Fotokopi KTP Jadi Bungkus Gorengan, Warganet: Apa Itu Privasi?

Sering makan gorengan telah dikaitkan dengan kondisi lain, seperti diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi.

Sementara penelitian tentang efek makanan yang digoreng secara eksplisit terbatas, ada baiknya untuk membatasi konsumsi makanan yang digoreng untuk membantu meningkatkan kesehatan yang lebih baik.

Jadi jika Anda menggunakan penggorengan udara, gunakan sesekali sebagai bagian dari diet seimbang, daripada setiap hari.

Sebaliknya, pilihlah metode memasak yang lebih sehat untuk membantu menghindari efek negatif dari makanan yang digoreng seperti merebus, mengukus, atau merebus. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI