Sering Dilakukan, Mendengarkan Musik sebelum Tidur Justru Bikin Tak Lelap

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 11 Juni 2021 | 16:00 WIB
Sering Dilakukan, Mendengarkan Musik sebelum Tidur Justru Bikin Tak Lelap
Ilustrasi mendengarkan lagu (istockphoto)

Suara.com - Mendengarkan musik sebelum tidur sering kali dianggap menenangkan. Padahal menurut penelitian baru, mendengarkan musik sebelum tidur bisa mengganggu tidur Anda. 

Melansir dari Medical Xpress, peneliti tidur Michael Scullin, Ph.D., profesor psikologi dan ilmu saraf di Baylor University meneliti bagaimana musik memengaruhi tidur. Studi Scullin telah diterbitkan dalam Psychological Science. 

Studi tersebut menyelidiki hubungan antara mendengarkan musik dan tidur dengan fokus pada mekanisme yang jarang dieksplorasi. Studi menggambarkan orang yang terngiang-ngiang dengan lagu yang habis  didengarkan yang mana ia sebut dengan "earworms".

"Otak kita terus memproses musik meski tidak ada yang diputar, termasuk saat kita tidur," kata Scullin. 

"Semua orang tahu bahwa mendengarkan musik terasa menyenangkan. Remaja dan dewasa muda secara rutin mendengarkan musik menjelang waktu tidur. Tetapi semakin banyak Anda mendengarkan musik, semakin besar kemungkinan Anda terkena earworm.

Orang yang mengalami earworm secara teratur di malam hari satu kali atau lebih per minggu enam kali lebih mungkin mengalami kualitas tidur yang buruk dibandingkan dengan orang yang jarang mengalami earworm. Anehnya, penelitian ini menemukan bahwa musik instrumental lebih cenderung menyebabkan earworms  daripada musik berlirik.

"Orang yang terkena earworm mengalami kesulitan tidur yang lebih besar, lebih banyak terbangun di malam hari, dan menghabiskan lebih banyak waktu dalam tahap tidur ringan," ujar Scullin.

Mendengarkan musik. (Dok: Envanto Elements)
Mendengarkan musik. (Dok: Envanto Elements)


Mengetahui bahwa earworms memengaruhi tidur secara negatif, Scullin merekomendasikan untuk mencoba mendengarkan musik dengan intensitas sedang. Pengaturan waktu musik juga penting, cobalah hindari mendengarkan musik sebelum tidur.

Cara lain untuk menyingkirkan earworm adalah dengan terlibat dalam aktivitas kognitif yang berfokus penuh pada tugas, masalah, atau aktivitas membantu mengalihkan otak Anda dari earworm. Menjelang waktu tidur, daripada terlibat dalam aktivitas yang menuntut atau sesuatu yang akan mengganggu tidur Anda, Scullin menyarankan untuk menghabiskan lima hingga 10 menit untuk menulis daftar tugas untuk esok hari dan menuangkan pemikiran Anda di kertas. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Foto Jerinx Tidur di Depan Toilet Penjara Beredar, Ini Reaksi Netizen

Foto Jerinx Tidur di Depan Toilet Penjara Beredar, Ini Reaksi Netizen

Lampung | Jum'at, 11 Juni 2021 | 09:35 WIB

Hati-hati, Orang Insomnia Berisiko Alami Masalah Kognitif

Hati-hati, Orang Insomnia Berisiko Alami Masalah Kognitif

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 21:44 WIB

Perhatikan Pola Tidur Anak, Sering Insomnia Sejak Kecil Picu Masalah Mental

Perhatikan Pola Tidur Anak, Sering Insomnia Sejak Kecil Picu Masalah Mental

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 18:00 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×