alexametrics

Update Covid-19 Global: Malaysia Beri Imbalan Warga yang Mau Divaksinasi

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Update Covid-19 Global: Malaysia Beri Imbalan Warga yang Mau Divaksinasi
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Dampaknya cukup drastis, persentase warga yang mau divaksinasi pun meningkat.

Suara.com - Kasus Covid-19 masih bertambah di beberapa negara. Update Covid-19 per Jumat (18/6/2021), data Worldometers menunjukkan lebih dari 382 ribu orang baru saja dinyatakan positif Covid-19, dan kini total infeksi mencapai 178,1 juta dari seluruh dunia.

Dari data itu, sebanyak 8.526 orang baru saja dinyatakan meninggal dunia, dan kini total kematian dunia mencapai 3,8 juta jiwa. Lebih dari 389 ribu orang baru saja dinyatakan sembuh dari total 162,6 juta warga dunia yang berhasil pulih.

Sisanya, masih ada 11,6 juta orang yang berstatus positif Covid-19 atau mereka yang masih bisa menularkan virus ke orang lain. Sebanyak 11,5 juta orang dalam kondisi ringan atau tidak bergejala, sisanya 82.531 orang dalam kondisi gejala berat atau sedang kritis.

Malaysia beri imbalan warga yang mau divaksinasi
Mengutip Channel News Asia, Jumat (18/6/2021), aspirasi ini disampaikan Louis Ooi, salah satu Kepala Eksekutif Perusahaan Laboratorium Pengujian, CO2 di Malaysia yang mengatakan nyaris setengah karyawannya belum mendaftar jadi peserta vaksinasi Covid-19 nasional.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Varian Delta Sebabkan Peningkatan Infeksi Hingga 50 Persen

Padahal, kata Ooi, sangat penting para karyawannya divaksinasi untuk mencegah potensi gangguan operasional perusahaannya jika karyawannya terinfeksi Covid-19.

Hasilnya Ooi putuskan untuk berikan tunjangan insentif sebesar 150 ringgit atau setara Rp 520 ribu bagi karyawannya yang mau disuntik vaksinasi Covid-19. Insentif ini akan langsung turun setelah karyawannya disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama.

Dampaknya sangat drastis, dari 50 persen karyawannya yang divaksinasi kini jumlahnya bertambah mencapai lebih dari 90 persen tingkat vaksinasi karyawan di perusahaannya.

"Anda tidak akan pernah bisa menghentikan pembatasan akibat Covid-19, tanpa masyarakat mendapat suntikan vaksinasi yang hasilnya bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok," terang Ooi.

Menurut Ooi, dana 150 ringgit yang dikeluarkannya untuk satu karyawan yang divaksinasi tidak seberapa dengan dampak positif yang dihasilkan, termasuk daripada perusahaan terus membayar biaya tes swab Covid-19.

Baca Juga: Hari Ini Tambah 2.376 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 454.671

Kebijakan ini juga diterapkan bank OCBC Malaysia yang memberikan jatah libur, cuti medis, hingga penggantian biaya transportasi usai karyawan menjalani vaksinasi Covid-19.

Komentar