WHO: 1 dari 100 Kematian di Dunia Terjadi Akibat Bunuh Diri

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 20 Juni 2021 | 22:43 WIB
WHO: 1 dari 100 Kematian di Dunia Terjadi Akibat Bunuh Diri
Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah kematian akibat bunuh diri lebih tinggi daripada korban meninggal akibat HIV, malaria, kanker payudara, atau kematian akibat korban perang dan pembunuhan.

Data WHO pada 2019, lebih dari 700.000 orang meninggal dunia karena bunuh diri. Artinya, satu dari 100 kematian disebabkan akibat bunuh diri.

Untu itu WHO mendorong agar setiap negara memiliki panduan terbaru untuk mencegah bunuh diri.

"Kita tidak bisa dan tidak boleh mengabaikan kasus bunuh diri. Setiap kasus bunuh diri adalah tragedi, mencegah bunuh diri adalah hal penting," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari situs WHO.

Dikatakan, ancaman bunuh diri dan risiko melakukan tindakan tersebut semakin meningkat sdi masa pandemi Covid-19, karena membuat banyak orang harus berdiam diri di rumah, kehilangan pekerjaan, dan ancaman kesehatan lainnya.

Orang muda usia 15 hingga 29 tahun, jadi kategori umur tertinggi yang melakukan bunuh diri. Bunuh diri juga menjadi penyebab kematian keempat setelah kecelakaan di jalan, TBC, dan tindak kekerasan antar orang.

Bunuh diri juga lebih banyak dilakukan lelaki dibanding perempuan. Jumlahnya 12,6 persen dari 100.000 lelaki bunuh diri, dan 5,4 persen 100.000 perempuan bunuh diri.

Sedangkan untuk perempuan, bunuh diri tertinggi terjadi pada yang berpenghasilan menengah ke bawah yakni 7,1 persen dari 100 ribu orang.

Berdasarkan Benua, tingkat bunuh diri paling banyak di Afrika dengan persentase 11,2 persen dari 100.000 orang.

baca juga

Benua Eropa 10,5 persen daru 100.000, dan Asia Tenggara 9,0 persen dari 100.000 orang. Sedangkan angka bunuh diri terendah ada di wilayah Mediterania Timur yakni 6,4 persen dari 100.000 orang.

Meski begitu, tingkat bunuh diri turun dalam 20 tahun terakhir sejak 2000 hingga 2019, sebanyak 36 persen.

Meskipun beberapa negara telah menempatkan pencegahan bunuh diri pada agenda mereka, terlalu banyak negara yang tetap tidak berkomitmen. 

Saat ini hanya 38 negara yang diketahui memiliki strategi pencegahan bunuh diri secara nasional.

Percepatan yang signifikan dalam pengurangan bunuh diri diperlukan untuk memenuhi target SDG pengurangan sepertiga dalam tingkat bunuh diri global pada tahun 2030.

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO dan 5 Organisasi Profesi Dokter Desak Indonesia Perketat PSBB, Ini Saran Pakar

WHO dan 5 Organisasi Profesi Dokter Desak Indonesia Perketat PSBB, Ini Saran Pakar

Health | Minggu, 20 Juni 2021 | 14:10 WIB

Siapakah Penghancur Hidupmu? Jerinx SID: Selebriti Tolxl Ibu Kota

Siapakah Penghancur Hidupmu? Jerinx SID: Selebriti Tolxl Ibu Kota

Bali | Minggu, 20 Juni 2021 | 07:40 WIB

Diduga Stres Positif Corona, Seorang Wanita di Jakbar Coba Bunuh Diri

Diduga Stres Positif Corona, Seorang Wanita di Jakbar Coba Bunuh Diri

News | Sabtu, 19 Juni 2021 | 19:52 WIB

Terkini

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:35 WIB

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:33 WIB

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:30 WIB

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 14:29 WIB

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:28 WIB

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:26 WIB

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:25 WIB

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:24 WIB

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:22 WIB

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

×