WHO dan 5 Organisasi Profesi Dokter Desak Indonesia Perketat PSBB, Ini Saran Pakar

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 20 Juni 2021 | 14:10 WIB
WHO dan 5 Organisasi Profesi Dokter Desak Indonesia Perketat PSBB, Ini Saran Pakar
Warga melintas di trotoar jalan Sudirman, Jakarta, Senin (14/9). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Dua minggu terakhir kasus Covid-19 harian Indonesia terus mengalami tren peningkatan. Pada Kamis (17/6) jumlah kasus baru tercatat 16.646, dan Sabtu (19/6) ada penambahan 12.906 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Lonjakan kasus Covid-19 ini menuai respon Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO

Lewat laporannya pada Kamis (17/6), WHO mendesak pemerintah Indonesia untuk menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala besar, bahkan lebih diperketat.

Desakan tersebut senada dengan desakan yang diberikan oleh lima organisasi profesi kedokteran di Indonesia  yang dikeluarkan pada Jumat, 18 Juni 2021 kemarin.

Hanya saja, hingga saat ini pemerintah Indonesia masih belum mengeluarkan tindakan atau perubahan kebijakan terkait pandemi Covid-19 yang terus memakan korban.

Pun, jika memang pemerintah ingin melakukan pembatasan, lantas kebijakan pembatasan seperti apa yang paling pas?

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan solusi yang tepat adalah lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tepat.

"PBB berbasis regulasi itu bisa efektif. PSBB yang berbasis regulasi, itu ya lockdown itu," ujar Dicky saat dihubungi suara.com beberapa waktu lalu.

Jika ingin mengendalikan kasus, kata Dicky, pemerintah harus menerapkan PSBB betulan bukan PSBB modifikasi seperti yang selama ini dijalankan pemerintah dengan istilah PPKM skala mikro.

baca juga

"PSBB ini harus dilakukan berbarengan, kalau bisa se-Jawa, ya se-Jawa. Tidak boleh hanya satu atau dua (kota) saja, karena gak efektif nanti," terang Budi.

Adapun durasi PSBB agar benar efektif, minimal dilaksanakan selama dua minggu yakni satu kali masa inkubasi virus, atau 2 kali masa inkubasi virus yakni selama satu bulan PSBB.

"Ini penting untuk memberikan kelonggaran waktu atau jeda waktu untuk fasilitas kesehatan itu sendiri, menuntaskan pelayanan dan juga memberi jeda, untuk pemulihan dari sistem yang belum siap," pungkasnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PAN Ikut Minta Gubernur Anies Tetapkan PSBB Ketat Jakarta

PAN Ikut Minta Gubernur Anies Tetapkan PSBB Ketat Jakarta

Jakarta | Minggu, 20 Juni 2021 | 13:37 WIB

Siapakah Penghancur Hidupmu? Jerinx SID: Selebriti Tolxl Ibu Kota

Siapakah Penghancur Hidupmu? Jerinx SID: Selebriti Tolxl Ibu Kota

Bali | Minggu, 20 Juni 2021 | 07:40 WIB

WHO Desak Indonesia Terapkan PSBB, Ini Alasannya

WHO Desak Indonesia Terapkan PSBB, Ini Alasannya

Kaltim | Jum'at, 18 Juni 2021 | 22:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×