Jangan Tunda! Vaksin AstraZeneca Efektif Lawan Varian Delta

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 23 Juni 2021 | 13:21 WIB
Jangan Tunda! Vaksin AstraZeneca Efektif Lawan Varian Delta
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Vaksin AstraZeneca dinyatakan efektif terhadap virus corona varian Delta yang sangat mudah menular. Seperti diketahui varian yang pertama kali ditemukan di India itu kini diduga jadi sebab lonjakan kasus di berbagai negara termasuk Indonesia.

Kemanjuran obat terhadap Kappa, varian lain yang ditemukan di India, juga telah terbukti, kata pejabat itu.

Sebuah studi oleh Universitas Oxford menyelidiki kemampuan antibodi monoklonal di Sera dari orang yang pulih dan dari orang yang divaksinasi untuk menetralkan varian Delta dan Kappa, kata sebuah pernyataan dari perusahaan itu.

Pembuat obat di seluruh dunia bergegas untuk menguji kemanjuran obat terhadap varian yang muncul dari Covid-19 yang terbukti lebih mematikan daripada jenis virus pertama yang ditemukan telah menginfeksi manusia.

Dokter menunjukan vaksin COVID-19 Astra Zeneca dosis pertama di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa (8/6/2021). [Suara.com/Oke Atmaja]
Dokter menunjukan vaksin COVID-19 Astra Zeneca dosis pertama di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa (8/6/2021). [Suara.com/Oke Atmaja]

Analisis oleh Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa vaksin yang dibuat oleh Pfizer Inc dan AstraZeneca menawarkan perlindungan tinggi lebih dari 90 persen terhadap rawat inap dari varian Delta.

Hasil studi Oxford terbaru dibangun berdasarkan analisis terbaru oleh PHE, kata perusahaan itu.

Varian Delta menjadi versi penyakit yang dominan secara global, kata kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Jumat.

Universitas Oxford mengeksplorasi obat anti-parasit ivermectin sebagai pengobatan Covid-19

Seorang ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Senin menunjukkan bagaimana vaksin Covid-19 menunjukkan tanda-tanda kemanjuran yang berkurang terhadap varian Delta dari varian virus corona. Namun, vaksin masih terbukti efektif dalam mencegah penyakit parah dan kematian.

Pejabat WHO menambahkan bahwa di masa depan, mungkin ada "konstelasi mutasi" yang berarti vaksin cenderung kehilangan potensinya untuk melawan virus corona.

Varian Delta plus telah terbentuk karena mutasi pada varian Delta atau B.1.617.2, pertama kali diidentifikasi di India dan dianggap sebagai salah satu penggerak gelombang kedua di negara tersebut dan juga di beberapa negara lain termasuk Inggris.

Varian virus yang sangat menular ini terdaftar sebagai varian keempat yang menjadi perhatian WHO. Varian, paling lambat Senin, menimbulkan ancaman bagi Inggris di mana kasus harian telah melonjak hingga lebih dari 10.000 lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Varian Delta Jadi Ancaman Terbesar Pandemi

Update Covid-19 Global: Varian Delta Jadi Ancaman Terbesar Pandemi

Health | Rabu, 23 Juni 2021 | 11:23 WIB

Pasien Positif COVID-19 Varian Delta Sempat Berkunjung ke Jonggol, Ini Kata Bupati Bogor

Pasien Positif COVID-19 Varian Delta Sempat Berkunjung ke Jonggol, Ini Kata Bupati Bogor

Bogor | Rabu, 23 Juni 2021 | 10:42 WIB

Selain Lebih Menular, Virus Corona Varian Delta Berlipat Ganda dalam 2 Minggu

Selain Lebih Menular, Virus Corona Varian Delta Berlipat Ganda dalam 2 Minggu

Health | Rabu, 23 Juni 2021 | 10:42 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB