Selain Lebih Menular, Virus Corona Varian Delta Berlipat Ganda dalam 2 Minggu

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 23 Juni 2021 | 10:42 WIB
Selain Lebih Menular, Virus Corona Varian Delta Berlipat Ganda dalam 2 Minggu
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Virus corona varian Delta tengah menjadi perhatian di seluruh dunia. Dr Anthony Fauci mengatakan bahwa varian Delta yang sangat menular ini telah berlipat ganda setiap 2 minggu menjadi lebih dari 20 persen sampel.

Varian Delta ini pertama kali terdeteksi di India dan sekarang sudah ditemukan di lebih dari 80 negara. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Delta ini menjadi strain yang paling dominan di seluruh dunia,

Varian Delta yang merupakan strain virus corona B.1.617.2 ini menyebar lebih cepat dibandingkan varian Alpha yang merupakan strain virus corona B.1.1.7. Bahkan varian Delta ini juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko rawat inap.

"Kami mengamati pola varian Delta sama seperti ketika mengamati varian Alpha. Kami melihat varian Delta ini telah berlipat ganda dalam waktu sekitar 2 minggu," kata Fauci dikutip dari Fox News.

Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan sebelumnya hanya ada 1,2 persen sampel varian Delta yang diurutkan pada 8 Mei 2021. Lalu, naik menjadi 2,7 persen sampel varian Delta pada 22 Mei 2021.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Kemudian, varian Delta ini terus berlipat ganda mencapai 9,9 perse pada 5 Juni 2021 dan sekarang 20,6 persen sampel varian Delta pada 19 Juni 2021.

Meski cukup mengkhawatirkan, vaksin Covid-19 yang telah disetujui diklaim tetap efektif melawan varian Delta tersebut. Salah satunya, vaksin Pfizer yang menunjukkan tingkat kemanjuran 88 persen terhadap infeksi varian Delta bergejala pada 2 minggu setelah suntikan kedua.

Sebuah penelitian di Inggris juga menemukan bahwa vaksin Pfizer 96 persen efektif mencegah pasien yang terinfeksi varian Delta menjalani rawat inap setelah suntikan kedua.

Sedangkan, vaksin AstraZeneca yang belum disetujui AS memiliki tingkat kemanjuran 92 peren untuk mencegah kasus rawat inap akibat infeksi varian Delta setelah suntikan kedua.

baca juga

"Sama seperti di Inggris, varian Delta ini pun menjadi ancaman terbesar di AS dan kami sedang berupaya untuk menanganinya. Untungnya, vaksin Covid-19 kami masih efektif untuk melawannya," kata Fauci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Inggris, Kematian akibat Flu 10 Kali Lebih Tinggi dari Virus Corona Covid-19

Di Inggris, Kematian akibat Flu 10 Kali Lebih Tinggi dari Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 23 Juni 2021 | 09:38 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Infeksi Testis Pria, Peneliti Cari Gejalanya!

Virus Corona Covid-19 Bisa Infeksi Testis Pria, Peneliti Cari Gejalanya!

Health | Rabu, 23 Juni 2021 | 07:46 WIB

WHO: Virus Corona Varian Delta adalah yang Tercepat dan Terkuat!

WHO: Virus Corona Varian Delta adalah yang Tercepat dan Terkuat!

Health | Selasa, 22 Juni 2021 | 12:17 WIB

Terkini

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

×