Penderita Diabetes Tipe 2 Wajib Waspada, Deretan Sayuran Ini Bisa Tingkatkan Gula Darah

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 28 Juni 2021 | 14:34 WIB
Penderita Diabetes Tipe 2 Wajib Waspada, Deretan Sayuran Ini Bisa Tingkatkan Gula Darah
Buah dan sayuran (Shutterstock)

Suara.com - Diabetes tipe 2 adalah kondisi yang menandakan pankreas tidak bisa menghasilkan cukup insulin. Insulin adalah hormon yang mengatur gula darah, jenis gula utama dalam darah.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol bisa berdampak buruk pada tubuh. Jika Anda menderita diabetes tipe 2, Anda harus menemukan cara untuk menghasilkan insulin atau menirunya.

Dalam hal ini, diet berperan penting untuk menghasilkan insulin dan sejumlah variable yang bisa mempengaruhi seberapa cepat makanan dipecah menjadi glukosa (gula darah).

Semakin cepat makanan dipecah, maka semakin jelas dampaknya terhadap kadar gula darah. Menurut Dokter Ralph Abraham, Konsultan Diabetes, Gangguan Lipid dan Endokrinologi di Rumah Sakit King Edward VII, sayuran tertentu memiliki indeks glikemik yang tinggi.

Indeks glikemik (GI) adalah sistem penilaian untuk makanan yang mengandung karbohidrat. Hal ini, menunjukkan seberapa cepat setiap makanan mempengaruhi kadar gula darah ketika makanan itu dikonsumsi.

Ilustrasi diabetes (shutterstock)
Ilustrasi diabetes (shutterstock)

Makanan karbohidrat yang dipecah dengan cepat oleh tubuh dan menyebabkan peningkatan glukosa darah yang cepat memiliki peringkat GI yang tinggi.

"Tomat dan kentang termasuk makanan yang biasanya memiliki indeks glikemik tinggi, Sedangkan, ubi jalar yang rasanya lebih manis memiliki indeks glikemik yang lebih rendah," kata dokter Abraham dikutip dari Express.

Khususnya tomat, makanan ini sangat bervariasi dalam kandungan gulanya sehingga jenis tomat dan kematangan merupakan penentu utama. Tapi, Ingatlah bahwa semua sayuran tidak sama.

"Ada lebih dari 300 jenis kentang dan kentang salad atau kentang yang mempertahankan strukturnya setelah dimasak, yang tidak menyebabkan kenaikan glukosa sebanyak kentang yang dihaluskan," katanya.

baca juga

Semakin lama waktu pengolahan sayuran untuk dimakan juga membuatnya memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Hal ini berlaku pada jenis sayuran wortel dan kentang.

Makanan dengan GI rendah atau sedang biasanya lebih lama pecah dan bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara bertahap dari waktu ke waktu. Jadi, proses memasak dan penyajian sayuran akan berdampak pada tingkat GI, tak hanya jenis sayurannya.

Menurut dokter Abraham, semakin rendah kandungan lemak sayuran, maka semakin lambat tingkat glukosa dipecah. Kentang panggang dengan mentega akan lebih sedikit glikemiknya daripada kentang tanpa mentega.

Anda bisa memilih sayuran yang lebih tua dan lebih besar. Lalu, Anda bisa memasaknya dengan minyak zaitun tanpa perlu khawatir dengan peningkatan glukosa.

Banyak orang menderita diabetes tipe 2 tanpa disadari. Hal ini disebabkan oleh gejala yang tidak selalu terlihat. Menurut NHS, berikut ini beberapa gejala diabetes tipe 2.

  1. Kencing lebih sering biasanya, terutama di malam hari
  2. Sering merasa haus sepanjang waktu
  3. Kelelahan
  4. Menurunkan berat badan tanpa berusaha
  5. Gatal di sekitar penis atau vagina dan sariawan berulang kali
  6. Luka yang lebih lama sembuh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angiospermae: Pengertian, Ciri, Habitat, Klasifikasi, dan Contohnya

Angiospermae: Pengertian, Ciri, Habitat, Klasifikasi, dan Contohnya

Lifestyle | Jum'at, 25 Juni 2021 | 06:50 WIB

Awas, Obesitas di Masa Remaja Tingkatkan Risiko Diabetes dan Serangan Jantung

Awas, Obesitas di Masa Remaja Tingkatkan Risiko Diabetes dan Serangan Jantung

Health | Selasa, 22 Juni 2021 | 13:00 WIB

Selain Wortel, 5 Makanan Ini Juga Bermanfaat untuk Kesehatan Mata

Selain Wortel, 5 Makanan Ini Juga Bermanfaat untuk Kesehatan Mata

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 16:00 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×