Cara Mendorong Kebiasaan Positif Anak Selama Pandemi Covid-19

Risna Halidi

Senin, 05 Juli 2021 | 18:32 WIB
Cara Mendorong Kebiasaan Positif Anak Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi anak belajar mewarnai saat pandemi (shutterstock)

Suara.com - Jumlah kasus infeksi Covid-19 di Indonesia terus merangkak naik. Dampaknya kini sangat dirasakan oleh masyarakat bukan hanya di bisang ksehatan tetapi juga sektor pendidikan.

Penerapan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ yang dilakukan via daring, dianggap tidak hanya mengurangi efektifitas sistem belajar mengajar, tapi juga menghadirkan persoalan lain.

Anak yang biasanya memiliki banyak aktivitas di sekolah, kini hampir seluruh waktunya dihabiskan bersama orangtua.

Hal ini, di satu sisi, merupakan suatu hal yang positif karena proses PJJ telah memberikan banyak waktu antara anak dan orangtua untuk saling interaksi dan lebih mengenal anggota keluarga.

Kebijakan PJJ bagi anak dan WFH (Work From Home) bagi orangtua, secara tidak langsung, dianggap telah mengembalikan fungsi keluarga sebagai pusat segala kegiatan dan tempat utama terjadinya pendidikan bagi anak.

Namun, di sisi lain, dalam mendampingi anak belajar secara daring, sebagian orangtua justru mengalami kesulitan dalam mengarahkan anak untuk belajar.

Orangtua yang tidak terbiasa menerapkan pola pendidikan reguler kepada anaknya akan menghadapi tantangan berat, sehingga dapat berujung pada stres.

Sementara dalam proses PJJ seorang anak juga dapat mengalami stres akademik akibat berbagai tuntutan tugas sekolah.

Jika situasi penuh tekanan baik dari orangtua maupun dari anak terus terjadi, maka akan rentan terjadinya stres pengasuhan, yang akhirnya dapat menyebabkan kemerosotan kualitas dan efektivitas perilaku pengasuhan orangtua terhadap anak.

baca juga

Professional Coach dan Founder & CEO Leadership Resources Indonesia Eval Wari menegaskan bahwa orangtua harus menjadi sahabat anak di masa pandemi ini.

Dalam paparannya pada Diskusi Seri 4 IPB ’33 Tan96uh: Kebiasaan Anak pada Masa Pandemi, Eval menjelaskan peran orangtua sebagai mitra anak perlu diwujudkan dalam hubungan dan komunikasi yang mendorong proses kreatif, sehingga dapat memaksimalkan potensi anak.

"Orangtua juga harus memahami kendala yang dihadapi oleh seorang anak dalam proses PJJ, seperti misalnya sulit fokus, tidak mengerti materi, banyak tugas tidak tuntas, kangen sekolah, dan lain-lain," katanya dikutip Suara.com dari siaran pers, Senin (5/7/2021).

Untuk itu, lanjutnya, orangtua harus hadir sepenuhnya saat berkomunikasi dengan anak, bukan hanya sekedar menanyakan tugas-tugas sekolah, tapi berupaya untuk menangkap dan memahami kata-kata, emosi dan makna tersirat dalam berinteraksi dengan anak.

Di samping persoalan yang muncul akibat kebijakan PJJ, dampak tidak langsung seperti ketersediaan gawai dan kemudahan akses internet yang mengarah pada penggunaan teknologi yang tidak sehat juga menjadi masalah besar lain bagi anak-anak dan orangtua.

Ditambah, ketersediaan waktu luang akibat PJJ dan WFH, kombinasi tersebut dapat menimbulkan efek negatif dalam pola pengasuhan anak apabila tidak dikontrol dengan baik.

Pemilik Rumah Baca Faqih Dadang Darmadi memberikan beberapa tips membangun pola peran orangtua untuk menjadikan anak disiplin dan bahagia.

Pertama, orangtua disebut perlu akrab dengan anak dan konsisten dengan ucapannya. Kedua, negosiasikan batasan dengan anak, berikan konsekuensi yang tegas apabila melanggar.

Ketiga, berikan pujian atas perbuatan baik anak serta instal nilai-nilai kebaikan dengan cara selalu mendekatkan, membiasakan dan menghadirkan kebaikan dalam proses pendampingan anak oleh orangtua.

"Apabila dikelola dengan baik, ketersediaan waktu luang selama PJJ dan WFH sebenarnya bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan potensi dan bakat anak. Orang tua memiliki banyak kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan dan keterampilan anak," tambahnya.

Founder Aya Sophia Islamic School & Penulis Buku Pendidikan Wakhida Nurhayati menambahkan, untuk mengembangkan bakat anak diperlukan pemahaman mengenai mesin kecerdasan anak.

Banyak metode bisa digunakan, salah satunya menggunakan tools dan konsep STIFIn. Founder STIFIn adalah salah satu alumni terbaik IPB, yakni Farid Poniman yang juga seorang peneliti di bidang pengembangan diri.

Farid membagi otak manusia menjadi 5 bagian yang menghasilkan 5 mesin kecerdasan, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.

"Mengenali bakat anak melalui pendekatan ini dapat membantu orang tua untuk mengoptimalkan metode pembelajaran yang cocok bagi anak, sehingga anak merasa nyaman dan termotivasi untuk menggali seluruh potensi yang ada pada dirinya menjadi insan sukses mulia," katanya.

Diskusi Seri 4 tentang Kebiasaan Anak pada Masa Pandemi ini diinisiasi oleh Alumni Institut Pertanian Bogor Angkatan 33 (1996) atau dikenal sebagai “33 IPB Tan96uh”.

Diskusi merupakan salah satu rangkaian kegiatan “Menuju Reuni Perak IPB ‘33” yang acara puncaknya akan diselenggarakan pada 13 November 2021 di International Convention Center Bogor, Jawa Barat mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

20 TKA Asal China Tiba di Indonesia, Demokrat: PPKM Darurat Bisa Melempem!

20 TKA Asal China Tiba di Indonesia, Demokrat: PPKM Darurat Bisa Melempem!

News | Senin, 05 Juli 2021 | 17:45 WIB

Penuhi Kebutuhan Rumah Sakit, Pemerintah Bentuk Satgas Oksigen

Penuhi Kebutuhan Rumah Sakit, Pemerintah Bentuk Satgas Oksigen

News | Senin, 05 Juli 2021 | 15:33 WIB

Catat! Ini Daftar Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19

Catat! Ini Daftar Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19

Health | Senin, 05 Juli 2021 | 09:50 WIB

Terkini

Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?

Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:05 WIB

5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif

5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:00 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:59 WIB

Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di ISI Yogyakarta Dinonaktifkan

Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di ISI Yogyakarta Dinonaktifkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:56 WIB

Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI

Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 18:51 WIB

Berapa Watt Oven Listrik Mini Mito? Cek Daya dan Spesifikasinya

Berapa Watt Oven Listrik Mini Mito? Cek Daya dan Spesifikasinya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 18:50 WIB

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:47 WIB

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:45 WIB

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 18:40 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:39 WIB

×