alexametrics

Jangan Dilakukan, Memukul Anak Bisa Tingkatkan Masalah Kepribadian

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Jangan Dilakukan, Memukul Anak Bisa Tingkatkan Masalah Kepribadian
Ilustrasi kekerasan anak. (shutterstock)

Sebuah studi menunjukkan bahwa memukul anak-anak bisa berisiko pada masalah kepribadian mereka.

Suara.com - Memukul anak saat mereka kecil bisa berdampak pada kesulitan perilaku. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang disusun oleh para peneliti di University College London.

Melansir dari Independent, para peneliti meninjau 20 tahun penelitian tentang topik tersebut. Mereka  menemukan bahwa hukuman fisik tidak efektif dalam meningkatkan perilaku anak-anak, namun malah memperburuknya.

Penelitian yang diterbitkan pada The Lancet ini mengamati 69 studi dari seluruh dunia. Para peneliti menemukan bahwa hukuman fisik terhadap anak-anak meningkatkan risiko keterlibatan dengan layanan perlindungan anak. Mereka menunjukkan bahwa bahwa pukulan menyebabkan perilaku yang memburuk dari waktu ke waktu.

"Hukuman fisik secara konsisten memprediksi peningkatan jenis kesulitan perilaku ini," ujar  Dr Anja Heilmann, profesor di departemen epidemiologi dan kesehatan masyarakat UCL dan penulis utama studi tersebut. 

Baca Juga: Terdakwa Pemerkosa Anak Kandung Divonis 20 Tahun Bui, Plus Dikebiri!

Studi ini menemukan bahwa hasil yang merugikan terjadi terlepas dari jenis kelamin anak, etnis atau gaya pengasuhan umum pengasuh mereka. Para peneliti tidak menemukan perbaikan pada perhatian anak-anak, kemampuan kognitif, hubungan dengan orang lain, reaktivitas terhadap stres, atau kompetensi sosial pada anak yang sering dipukul.

Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]


Penulis penelitian mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa seruan untuk memperkenalkan larangan hukuman fisik terhadap anak-anak diperlukan.

Jillian van Turnhout, salah satu penulis makalah dan mantan senator di parlemen Irlandia, mengatakan anak-anak perlu dilindungi dari hukuman fisik.

“Rumah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak, namun di banyak negara, rumah bisa menjadikannya salah satu tempat paling tidak aman bagi mereka. Negara perlu melakukan semua yang mereka bisa untuk memastikan bahwa semua anak memiliki perlindungan yang sama dari segala bentuk bahaya, termasuk hukuman fisik,” kata Turnhour.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-18 Tahun di Medan Dimulai 7 Juli

Komentar