PPKM Darurat Masih Diberlakukan, Peningkatan Kebutuhan Oksigen Dianggap Krusial

Rima Sekarani Imamun Nissa, Aflaha Rizal Bahtiar

Jum'at, 09 Juli 2021 | 09:39 WIB
PPKM Darurat Masih Diberlakukan, Peningkatan Kebutuhan Oksigen Dianggap Krusial
Agen pengisian oksigen Putri Medika di Muntilan, Magelang, kehabisan stok oksigen. Pasokan terkonsentrasi ke rumah sakit rujukan Covid. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardhi].

Suara.com - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Dedy Permadi menyebutkan, per Kamis (8/7/2021), penambahan kasus Covid-19 telah mencapai 38.391 orang. Dengan penambahan kasus yang terus tinggi setiap harinya, suplai oksigen yang dibutuhkan pun kian meningkat.

Diperkirakan, kebutuhan tersebut bisa mencapai 1.700 ton oksigen per hari pada 20 Juli 2020. Setidaknya akan dibutuhkan sekitar 4.700 oksigen konsentrator untuk memenuhi kebutuhan.

Dedy Permadi menambahkan, Koordinator PPKM Darurat sekaligus Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, telah meminta Kementerian Perindustrian untuk segera merealisasikan pemenuhan ketersediaan oksigen.

"Koordinator PPKM Darurat juga telah meminta untuk menyiapkan tiga kapal tanker untuk menyiapkan oksigen. Baik itu cair yang bisa didatangkan dari industri lokal maupun impor," ungkapnya lewat keterangan rilis KPCPEN yang diterima Suara.com, Kamis kemarin.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi. [Kominfo]
Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi. [Kominfo]

Ia melanjutkan, pemerintah juga telah mendatangkan 7.100 unit oksigen konsentrator dan 7 unit oksigen generator.

Dedy mengatakan, pesan dari Koordinator PPKM Darurat sudah jelas, yakni semua aturan harus dimudahkan demi kelancaran suplai oksigen. Selain itu, oksigen juga harus sesuai dengan acuan harga yang telah ditetapkan.

Dedy Permadi juga mengatakan, pekan pertama Masa PPKM Darurat belum menunjukkan adanya penurunan mobilitas penduduk sebanyak 50 persen.

Padahal, jika mobilitas penduduk bisa berkurang hingga minimal 50 persen, kondisi itu dinilai cukup membantu mengurangi penularan virus. Karena itu, ia meminta semua pihak untuk turut berupaya menghentikan penularan Covid-19 dengan cara di rumah saja.

Selain itu, ia juga meminta untuk masyarakat menahan diri agar tidak keluar rumah serta menghindari kerumunan.

baca juga

"Sekali lagi kami sampaikan untuk di rumah saja, dan taati semua protokol kesehatan dengan seketat-ketatnya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Oksigen di Lampung Menipis, Menko PMK Minta Pemprov Gerak Cepat

Stok Oksigen di Lampung Menipis, Menko PMK Minta Pemprov Gerak Cepat

Lampung | Jum'at, 09 Juli 2021 | 08:09 WIB

Kota Cirebon Lakukan Ini Agar Warganya Tak Keluar Malam

Kota Cirebon Lakukan Ini Agar Warganya Tak Keluar Malam

Jabar | Jum'at, 09 Juli 2021 | 08:00 WIB

Daftar Aturan Berpergian ke Bali Lewat Darat Selama PPKM Darurat

Daftar Aturan Berpergian ke Bali Lewat Darat Selama PPKM Darurat

Bali | Jum'at, 09 Juli 2021 | 07:55 WIB

Terkini

Anti-Kusam! Ini 5 Rekomendasi Skin Tint Lokal yang Bebas Oksidasi

Anti-Kusam! Ini 5 Rekomendasi Skin Tint Lokal yang Bebas Oksidasi

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:50 WIB

Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT

Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT

Jogja | Senin, 02 November 2026 | 15:47 WIB

EXO Luncurkan Unit Terbaru, Kai dan Sehun Siap Debut Desember Mendatang

EXO Luncurkan Unit Terbaru, Kai dan Sehun Siap Debut Desember Mendatang

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:45 WIB

Duh! Pemain Keturunan Batak Terseret Kasus Pencucian Uang Jaringan Narkoba di Belgia

Duh! Pemain Keturunan Batak Terseret Kasus Pencucian Uang Jaringan Narkoba di Belgia

Bola | Senin, 02 November 2026 | 15:42 WIB

Kapolri Soal Larangan Polisi Nge-Vape: Kena Sanksi Disiplin, Ada Narkoba Dipidana

Kapolri Soal Larangan Polisi Nge-Vape: Kena Sanksi Disiplin, Ada Narkoba Dipidana

News | Senin, 02 November 2026 | 15:37 WIB

Suket SMA Gibran Dibatalkan MA, Demokrat Desak Mundur atau Dimakzulkan!

Suket SMA Gibran Dibatalkan MA, Demokrat Desak Mundur atau Dimakzulkan!

News | Senin, 02 November 2026 | 15:34 WIB

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 15:33 WIB

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:30 WIB

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

News | Senin, 02 November 2026 | 15:21 WIB

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

×