Pentingnya Penanganan Multidisiplin Pada Perawatan Pasien Kanker

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 09 Juli 2021 | 11:25 WIB
Pentingnya Penanganan Multidisiplin Pada Perawatan Pasien Kanker
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia. Jumlah orang yang didiagnosis dengan kanker juga terus bertambah setiap tahunnya.

Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia (136.2/100.000 penduduk) berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, Dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed mengatakan bahwa perlu penanganan multidisiplin untuk perawatan dan tata laksana pasien kanker.

"Sejak awal tahun 2021, kami lebih menekankan lagi penanganan kanker secara multi disiplin. Karena penanganan kanker tidak dapat dilakukan hanya oleh 1 dokter, namun membutuhkan kerjasama Tim Multidisiplin atau kerjasama berbagai disiplin ilmu," ujar Hospitals Director MRCCC, dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed.

Bertepatan dengan perjalanan Siloam Hospitals Semanggi hingga memasuki usianya yang ke 10 tahun, Adityawati juga mengatakan bahwa pihaknya memberikan perhatian pada 100 pasien.

Pemberian bingkisan untuk pasien. (Dok: Istimewa)
Pemberian bingkisan untuk pasien. (Dok: Istimewa)

"Ditengah lonjakan pasien Covid-19 saat ini, kami tetap merayakan HUT namun secara sederhana dan tetap mengikuti prinsip protokol kesehatan. Selama perjalanannya, MRCCC senantiasa berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan pelayanan khususnya kanker yang diharapkan masyarakat," kata Adityawati.

Inisiatif tersebut juga direspon positif oleh pasien yang menjalani perawatan di RS tersebut.

"Saya dirawat di MRCCC atas rekomendasi teman. Awalnya saya bingung harus ke rumah sakit mana untuk operasi kanker. Pihak MRCCC merespon dengan sangat baik terhadap kebutuhan-kebutuhan saya dan proaktif menghubungi saya dan menyediakan sejumlah fasilitas yang memang saya butuhkan." ungkap Swanda, pasien rawat inap yang berdomisili di Jakarta Barat.

Sebagai informasi berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk, diikuti Sumatera Barat 2,47 79 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPKM Mikro Diperketat, Tanjungpinang Tutup Karaoke hingga Panti Pijat

PPKM Mikro Diperketat, Tanjungpinang Tutup Karaoke hingga Panti Pijat

Riau | Jum'at, 09 Juli 2021 | 11:21 WIB

Viral Pria Kena Razia Masker, Tak Mau Bayar Denda dan Pilih Dipenjara

Viral Pria Kena Razia Masker, Tak Mau Bayar Denda dan Pilih Dipenjara

Lifestyle | Jum'at, 09 Juli 2021 | 11:21 WIB

Pasien COVID-19 di RSUD Cibabat Harus Berbagi Oksigen

Pasien COVID-19 di RSUD Cibabat Harus Berbagi Oksigen

Jabar | Jum'at, 09 Juli 2021 | 11:20 WIB

Terkini

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB