Studi: Satu Dosis Vaksin Sputnik V 73,6 Persen Efektif Cegah Infeksi Berat

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 12 Juli 2021 | 13:30 WIB
Studi: Satu Dosis Vaksin Sputnik V 73,6 Persen Efektif Cegah Infeksi Berat
Ilustrasi vaksin Sputnik V (pixabay)

Suara.com - Vaksin Sputnik telah menjadi daya tarik dan menimbulkan kontroversi sejak pemerintah Rusia mengizinkan penggunaannya tahun 2020 lalu. Bahkan, mereka mengizinkannya sebelum hasil uji coba tahap awal dipublikasikan.

Tapi kini, Rusia dan banyak negara lain mulai menunjukkan bukti bahwa vaksin Sputnik itu aman dan efektif digunakan. Meskipun, masih ada pertanyaan tentang kualitas pengawasan untuk kemungkinan efek samping yang terjadi.

Vaksin Sputnik V juga dikenal sebagai Gam-Covid-Vac, yakni vaksin Covid-19 pertama yang terdaftar untuk penggunaan darurat. Saat itu, vaksin Covid-19 ini telah mendapat persetujuan dari 67 negara, termasuk Brasil, India dan Filipina.

Tapi, vaksin Sputnik V dan vaksin Sputnik Light belum menerima persetujuan untuk penggunaan darurat dari European Medicine Agency (EMA) atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sedangkan, persetujuan oleh WHO sangat penting untuk didistribusikan luas melalui inisiatif Akses Global Vaksin COVID-19 (COVAX), yang menyediakan dosis untuk negara-negara berpenghasilan rendah.

Ilustrasi Vaksin Sputnik V. [Pixabay/PhotoLizM]
Ilustrasi Vaksin Sputnik V. [Pixabay/PhotoLizM]

Vaksin Sputnik ini sendiri dikembangkan oleh para ilmuwan di Pusat Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya di Moskow. Vaksin Covid-19 ini diizinkan untuk digunakan oleh Kementerian Kesehatan Rusia pada 11 Agustus 2020, lebih dari sebulan sebelum hasil uji coba fase I dan II dipublikasikan.

Hal itu pun memicu kemarahan publik, karena hasil uji coba vaksin Covid-19 Sputnik belum dipublikasikan tetapi sudah akan didistribusikan.

"Jika pemerintah menyetujui vaksin ini sebelum masyarakat mengetahui hasil uji cobanya, maka itu tidak akan membangun kepercayaan," kata ahli epidemiologi, Michael Toole di Burnet Institute di Melbourne, Australia dikutip dari Nature.

Namun, kekhawatiran itu hilang ketika hasil uji coba fase 3 vaksin Sputnik diterbitkan pada bulan Febuari 2021 oleh pengembang vaksin. Hasilnya menunjukkan bahwa vaksin Sputnik ini 91,6 persen efektif mencegah infeksi gejala virus corona Covid-19 dan 100 persen efektif mencegah infeksi parah.

baca juga

Meski begitu, para ilmuwan mengkritik penulis karena gagal memberikan akses ke data mentah yang lengkap dari uji coba tahan awal. Para penulis menanggapi bahwa mereka telah memberikan kepada pihak berwenang semua data yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan.

Jadi, mereka merasa cukup hanya melaporkan tingkat kemanjuran vaksin tersebut kepada publik. Meskipun vaksin ini belum mendapat persetujuan dari EMA atau WHO, beberapa negara sudah memproduksi vaksin Sputnik V, termasuk Korea Selatan, Argentina dan India.

Vaksin Sputnik V adalah vaksin adenovirus yang berarti menggunakan adenovirus yang direkayasa. Adenovirus adalah virus yang umumnya menyebabkan penyakit ringan sebagai mekanisme pengiriman untuk memasukkan kode genetik protein lonjakan SARS-CoV-2 ke dalam sel manusia.

Vaksin Sputnik V ini mirip dengan vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Tapi, vaksin Sputnik menggunakan adenovirus yang berbeda, yakni rAd26 dan rAd5 untuk kedua dosisnya.

Menurut siaran pers dari Institut Gamaleya, hasil uji coba pada 3,8 juta orang di Rusia yang suntik vaksin Sputnik dua kali menunjukkan tingkat kemanjuran 97.6 persen.

Angka yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab, pada sekitar 81.000 orang yang telah menerima dua dosis vaksin Sputnik, menunjukkan tingkat kemanjuran 97,8 persen dalam mencegah gejala virus corona dan 100 persen mencegah penyakit parah.

Studi fase III Rusia juga menemukan bahwa satu kali suntikan vaksin Sputnik V adalah 73,6 persen efektif untuk mencegah penyakit sedang hingga berat.

Hal ini menyebabkan otoritas kesehatan Rusia menyetujui satu dosis vaksin Sputnik Light, yang menggunakan vektor rAd2 pada Mei 2021. Data dari program vaksinasi Rusia sendiri menunjukkan bahwa vaksin Sputnik Light itu 79,4 persen efektif mencegah penyakit simtomatik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Larang Hubungan Seks Usai Suntik Vaksin Covid-19, Ini Sebabnya!

Rusia Larang Hubungan Seks Usai Suntik Vaksin Covid-19, Ini Sebabnya!

Health | Senin, 12 Juli 2021 | 12:04 WIB

Hati-hati, Ini 5 Gejala Virus Corona Pada Pasien yang Sudah Vaksin Covid-19

Hati-hati, Ini 5 Gejala Virus Corona Pada Pasien yang Sudah Vaksin Covid-19

Health | Senin, 12 Juli 2021 | 10:28 WIB

Belum Semua Orangtua Setuju Anaknya Disuntik Vaksin COVID-19

Belum Semua Orangtua Setuju Anaknya Disuntik Vaksin COVID-19

Bali | Minggu, 11 Juli 2021 | 17:00 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×