Pasien Covid-19 Sulit Dapat Oksigen, Koalisi Masyarakat Sipil Somasi Presiden Jokowi

Minggu, 25 Juli 2021 | 17:24 WIB
Pasien Covid-19 Sulit Dapat Oksigen, Koalisi Masyarakat Sipil Somasi Presiden Jokowi
Sejumlah warga mengantre untuk mengisi ulang tabung oksigen di salah satu depot pengisian oksigen di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (28/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Sulitnya pasien Covid-19 mendapatkan oksigen menjadi batu sandungan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Hal ini membuat 107 organisasi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil melayangkan somasi kepada presiden Joko Widodo.

Dalam surat terbuka, disampaikan bahwa somasi tersebut juga dilayangkan untuk Menteri Pedagangan dan Menteri Kesehatan.

"Bersama ini kami yang bertanda tangan di bawah ini menyampaikan somasi kepada penerima mandat Rakyat sebagai pengurus publik, Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo, Menteri Perdagangan Bapak Muhammad Lutfi, dan Menteri Kesehatan Bapak Budi Gunadi Sadikin," demikian tertulis dalam surat somasi tersebut, Minggu (25/7/2021).

Somasi tersebut berkaitan dengan pengendalian ketersediaan dan harga oksigen untuk pasien Covid-19, terutama yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Ilustrasi Tabung Oksigen
Ilustrasi Tabung Oksigen. (Dok. Envato_

"Pemerintah juga telah gagal menyediakan kapasitas rumah sakit juga terhadap pasien yang membutuhkan perawatan," katanya.

Berdasarkan berbagai laporan yang diterima koalisi, kelangkaan oksigen telah terjadi sejak pertengahan Juni. Kondisi itu yang kemudian membuat banyak pasien meninggal saat menjalani Isolasi mandiri di rumah.

Data terbaru dari LaporCovid19 per 22 Juli mencatat, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal saat isoman telah sebanyak 2.313orang, tersebar di 78 Kota, 16 Provinsi.

Koalisi Masyarakat Sipil itu juga mengungkapkan telah banyak menerima laporan dari warga yang meninggal saat mencari rumah sakit. Akibat kondisi tersebut, pemerintah dinilai telah gagal memenuhi hak warga yang diatur dalam konstitusi.

Baca Juga: TRC BPBD DIY: Aktivasi Fasyankes 24 Jam hingga Homecare Diperlukan Tangani Pasien Isoman

Koalisi mencatat, setidaknya ada dua pelanggaran yang dilakukan pemerintah selama penanganan pandemi Covid-19.

Pertama, kegagalan mengambil langkah tanggap bencana sejak pertama kali pandemi diumumkan. Sebagaimana diatur dalam Pasal 44 UU 24/2007 yang mewajibkan pemerintah menanggulangi potensi bencana meliputi kesiapsiagaan, peringatan dini, dan mitigasi.

Kedua, pemerintah juga gagal memenuhi hak dasar masyarakat setelah tanggap darurat bencana non alam pandemi Covid-19 diumumkan Presiden Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI