Orangtua Cerdas Tak Selalu Punya Anak Cemerlang, Ini yang Bisa Dilakukan Bunda

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 30 Juli 2021 | 15:31 WIB
Orangtua Cerdas Tak Selalu Punya Anak Cemerlang, Ini yang Bisa Dilakukan Bunda
Ilustrasi anak cerdas (shutterstock)

Suara.com - Orangtua cerdas tak bisa jadi jaminan akan memiliki anak cerdas. Itu terjadi karena genetik hanya berperan 20 persen dalam membentuk kecerdasan anak.

Dokter Spesialis Anak sekaligus konsultan tumbuh kembang anak dr. Fitri Hartanto mengatakan, ada faktor lain yang dapat memengaruhi kecerdasan anak, dan itu adalah faktor lingkungan.

"Pengaruh lain, faktor lingkungan di mana 80 persen sangat memengaruhi. Jika orangtua tidak melakukan stimulasi, tidak memerhatikan kesehatan anak, mungkin asupan (gizi) kurang, sehingga banyak orangtua pendidikan tinggi, tapi putra-putrinya ada masalah pertumbuhan," papar dokter Fitri dalam webinar Perayaan Hari anak Nasional, Kamis (29/7/2021).

Untuk itu orangtua wajib tahu apakah anak mereka memiliki tumbuh kembang yang normal. Dan meski yakin memiliki bekal kecerdasan 20 persen secara genetik, tetapi 80 persen faktor lain sangat tergantung dari cara orangtua memenuhi kebutuhan dasar, yakni asuh, asah, dan asih.

Dokter Fitri menjelaskan, yang dimaksud kebutuhan asuh merupakan anak harus terpenuhi kebutuhan nutrisi, cairan, juga lingkungan yang bersih dan sehat. 

"Caranya salah satunya dengan imunisasi, membuat rumah dengan ventilasi yang baik, sumber air yang bersih, pencahayaan, jangan lupa berekreasi, ini penting bagi anak dalam memenuhi kebutuhan asuh," ucapnya.

Kemudian kebutuhan asah, dengan menstimulus sel saraf otak anak. Ia mengatakan bahwa 95 persen area otak bertumbuh hingga usia anak enam tahun. Bahkan 80 persen pertama terjadi pada 1.000 hari pertama sejak masih di dalam kandungan.

Dokter Fitri mengingatkan, kalaupun asupan nutrisi anak tercukupi, tetapi sel sarafnya tidak dirangsang, maka tumbuh kembang anak juga tidak akan optimal.

Selanjutnya kebutuhan asih, berupa kasih saya dari orangtua. Namun, Ketua Ikatan Doktet Anak Indonesia (IDAI) cabang Jawa Tengah itu mengingatkan, orangtua maupu  anggota keluarganya jangan memberikan kasih sayang negatif kepada anak. 

baca juga

"Satu contoh, pada saat dia seharusnya belajar tapi tidak diberi kesempatan belajar. Contohnya, dia belajar ngomong kalau mau sesuatu misalnya minum, namun pada anak sering kali dilayani. Ingin sesuatu hanya dengan gerak tangan atau menarik saja tangan orangtua. Hal ini nanti menyebabkan keterlambatan bicara," jelasnya.

Pemberian kasih sayang yang kurang tepat dan terlalu memanjakan anak juga bisa sebabkan gangguan perilaku. Misalnya, anak terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya. Namun ketika tidak bisa mendapatkan sesuatu, anak akan marah dan bertindak semaunya.

"Kalau hal ini tidak kita berikan pembelajaran yang benar maka gangguan perilaku tantrum pasti akan terjadi pada anak," ucap dokter Fitri.

Ia menyampaikan , baik kebutuhan asah, asuh, dan asih harus diberikan sepenuhnya kepada anak. Tidak bisa dipisahkan atau dihilangkan salah satunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kucing Miliki Gen Paling Mirip Manusia, Bisa Jadi Kunci Kesehatan?

Kucing Miliki Gen Paling Mirip Manusia, Bisa Jadi Kunci Kesehatan?

Health | Jum'at, 30 Juli 2021 | 11:00 WIB

Catat! Penyebab Alergi Pada Anak, Bukan Sekadar Faktor Genetik Loh

Catat! Penyebab Alergi Pada Anak, Bukan Sekadar Faktor Genetik Loh

Health | Rabu, 07 Juli 2021 | 17:13 WIB

Dear Parents, Ini Lima Langkah Mendidik Anak Cerdas dan Sukses di Masa Depan

Dear Parents, Ini Lima Langkah Mendidik Anak Cerdas dan Sukses di Masa Depan

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 11:37 WIB

Terkini

Genjot Ekonomi Lokal, UMKM Dapat Fasilitas Baru

Genjot Ekonomi Lokal, UMKM Dapat Fasilitas Baru

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:02 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel Tembus 86%

Jelang MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel Tembus 86%

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 08:00 WIB

Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten

Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten

Surakarta | Selasa, 29 September 2026 | 07:53 WIB

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:49 WIB

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:47 WIB

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:46 WIB

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 07:45 WIB

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Malang | Selasa, 29 September 2026 | 07:34 WIB

×