Sembuh dari Covid-19 Kok Jadi Lebih Sensitif? Dokter Saraf Ungkap Penyebabnya

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 06 Agustus 2021 | 06:08 WIB
Sembuh dari Covid-19 Kok Jadi Lebih Sensitif? Dokter Saraf Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Beberapa penyintas Covid-19 mengaku jadi lebih sensitif atau irritable setelah sembuh dari infeksi virus corona baru tersebut. Ditambah perasaan itu berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya.

Menanggapi ini, dokter spesialis saraf, dr. Yonathan Andrian Suparman meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir, karena irritable jadi salah satu gejala sisa usai sembuh dari Covid-19 atau long Covid-19.

Long Covid-19 adalah gejala sisa yang dirasakan penyintas Covid-19 seperti saat pertama kali terinfeksi antara 3 hingga 12 minggu setelah dinyatakan sembuh.

"Tapi yang paling menarik adalah kalau kita lihat gejala-gejala badan mudah pegal dan irritable seperti cemas. Itu ternyata, merata dialami pasien Covid-19 bergejala ringan, sedang atau berat," ujar dr. Yonathan saat berbincang dengan suara.com beberapa waktu lalu.

Dokter yang berpraktik di RS Eka Hospital Cibubur itu menerangkan gejala irritable ini berbeda dengan gejala long Covid-19 pada umumnya, yang dipengaruhi kondisi saat masih dinyatakan positif Covid-19.

"Misalnya ketika pasien Covid-19 ringan tidak mungkin mengalami stroke, tapi yang Covid-19 berat bisa jadi stroke, itu kan wajar. Ketika Covid-19 berat banyak komplikasi lain yang muncul, menurut saya itu masih biasa," terang dr. Yonathan.

Menurut penelitian yang ditelaah dr.Yonathan, penyebab irritable bukan dipengaruhi gejala Covid-19 tapi karena lingkungan dan orang di sekitar tempat tinggal yang mengucilkan, menyalahkan, bahkan harus isolasi mandiri dan tidak bisa bertemu dengan orang lain.

"Itu yang berdampak, mereka jadi lebih sensitif dibandingkan di rumah sakit pakai ventilator, itu tidak terlalu merasa sensitif. Tapi justru support dari masyarakat ternyata memengaruhi gejala sensitif tadi," pungkas dr. Yonathan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

20 Pejabat di China Dipecat Gara-gara COVID-19 Varian Delta

20 Pejabat di China Dipecat Gara-gara COVID-19 Varian Delta

Health | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 03:05 WIB

Beredar Video Haikal Hassan Imbau Pasien Corona Puasa 18 Jam: Jangan Kasih Makan Itu Virus

Beredar Video Haikal Hassan Imbau Pasien Corona Puasa 18 Jam: Jangan Kasih Makan Itu Virus

Hits | Kamis, 05 Agustus 2021 | 21:20 WIB

Dokter Saraf Ungkap Gejala Long Covid-19 Paling Banyak Dilaporkan, Apa Saja?

Dokter Saraf Ungkap Gejala Long Covid-19 Paling Banyak Dilaporkan, Apa Saja?

Health | Kamis, 05 Agustus 2021 | 19:58 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB