Konsumsi Lemak Jenuh Bisa Bikin Gejala Covid-19 Lebih Parah

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 18 Agustus 2021 | 19:52 WIB
Konsumsi Lemak Jenuh Bisa Bikin Gejala Covid-19 Lebih Parah
Ilustrasi makanan yang mengandung lemak jenuh (Shutterstock).

Suara.com - Bukan tanpa alasan mengapa kita disarankan untuk membatasi konsumsi lemak jenuh. Selain dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes, bahkan kanker, asupan lemak jenuh yang berlebihan ternyata juga bisa memperparah gejala Covid-19 yang dialami pasien.

Hal ini diungkap dokter spesialis gizi klinik dari PPSI Ilmu Gizi Klinik Universitas Indonesia, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK. Ia mengatakan bahwa konsumsi banyak lemak, terutama lemak jenuh, dapat menyebabkan kondisi peradangan lebih berat.

"Akhirnya, yang mungkin keluhannya ringan, tetapi karena konsumsi yang salah, akhirnya menjadi lebih berat gejalanya," katanya dalam webinar bertajuk "Bahaya Salah Asupan Saat Pandemi dan Isoman", Rabu (18/8/2021), seperti dikutip dari Antara.

Juwalita mengatakan, asupan tinggi lemak mempengaruhi reseptor tempat melekatnya virus SARS-CoV-2 atau ACE-2 sehingga membuatnya lebih mudah dimasuki virus.

Lebih lanjut, salah satu jenis lemak, yakni yang sifatnya jenuh, bisa meningkatkan pengeluaran mediator yang sifatnya inflamasi dari sel imun. Bila inflamasi semakin berat, gejala Covid-19 yang terjadi pun akan semakin parah.

Di sisi lain, diet tinggi lemak juga mempengaruhi kondisi bakteri baik di dalam usus, menyebabkan terjadinya peradangan menyeluruh yang akhirnya menurunkan sistem imun tubuh.

"Mikrobiota di dalam tubuh ini punya manfaat luar biasa, tidak hanya menjaga kesehatan saluran cerna, tetapi juga berdampak pada sistem imunitas tubuh karena membantu mengaktivitasi sel-sel imun tubuh, meskipun kelihatannya hanya di usus," tutur Juwalita.

Lalu, pola makan seperti apa yang dianjurkan untuk para pasien Covid-19, termasuk yang sedang menjalani isolasi mandiri? Juwalita menyarankan diet bergizi seimbang, seperti anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni konsumsi makanan segar dan minim olahan agar kita mendapatkan berbagai nutrisi yang dibutuhkan, yaitu vitamin, mineral, serat makanan, protein, dan antioksidan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Manfaat Olahraga Setelah Subuh, Bisa Lebih Banyak Membakar Lemak

6 Manfaat Olahraga Setelah Subuh, Bisa Lebih Banyak Membakar Lemak

Your Say | Kamis, 12 Agustus 2021 | 14:44 WIB

Mimisan Jadi Gejala Terserang Virus Corona, Mitos atau Fakta?

Mimisan Jadi Gejala Terserang Virus Corona, Mitos atau Fakta?

Your Say | Selasa, 10 Agustus 2021 | 20:49 WIB

Wajib Diketahui, 11 Gejala Covid-19 Varian Delta Plus

Wajib Diketahui, 11 Gejala Covid-19 Varian Delta Plus

Bogor | Senin, 09 Agustus 2021 | 13:46 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB