Jadi Prioritas, Ini Syarat Ibu Menyusui yang Bisa Divaksinasi Covid-19

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:24 WIB
Jadi Prioritas, Ini Syarat Ibu Menyusui yang Bisa Divaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau ibu menyusui tidak takut menjalani vaksinasi Covid-19. Hal ini karena vaksin bisa sekaligus melindungi anak yang diberikan ASI, setelah ibu divaksinasi Covid-19.

"Saya imbau kepada ibu yang menyusui untuk tidak perlu takut divaksinasi Covid-19. Pada penelitian, antibodi yang muncul dapat terdeteksi di ASI dan berpotensi meningkatkan kekebalan bayi terhadap Covid-19," jelas Menkes Budi saat membuka Hari Puncak Pekan Menyusui Sedunia 2021, Rabu (25/8/2021).

Ibu menyusui memang masuk dalam daftar prioritas penerima vaksinasi Covid-19. Berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan, menyusui yang memenuhi syarat bisa diimunisasi Covid-19 dengan jenis vaksin Moderna, Pfizer, maupun Sinovac.

Berikut ini beberapa syarat ibu menyusui bisa divaksinasi Covid-19:

  • Suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius.
  • Tidak demam atau batuk selama 7 hari terakhir.
  • Tidak kontak dengan pasien positif Covid-19 dalam waktu 14 hari terakhir.
  • Tekanan darah di bawah 180/110 mmHg.
  • Memenuhi syarat sesuai skrining riwayat kesehatan.

Selain itu, melalui proses antibodi dari ibu untuk bayi lewat ASI, menyusui tidak hanya bisa melindungi bayi dari penyakit seperti Covid-19. Menkes Budi menjabarkan data Global Nutrition Report 2018 yang menunjukan ASI juga dipandang sebagai investasi terbaik.

Menkes Budi menerangkan menyusui tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tapi juga perkembangan sosial dan membuat ekonomi negara jadi lebih efisien. Lantaran dana yang seharusnya digunakan untuk membeli susu formula, bisa ditekan hanya dengan setiap ibu menyusui bayinya.

"Menyusui juga secara optimal dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian anak dan 20.000 kematian ibu setiap tahun," tutur Menkes Budi.

Proses menyusui dari ibu ke bayi juga bisa membantu usaha pemerintah untuk menurunkan angka stunting Indonesia, yang menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, ada 30,8 persen balita mengalami stunting.

Tidak hanya itu, menyusui juga bisa memperbaiki masalah gizi Indonesia, yang ditandai bayi kurus 10,2 persen dan balita gemuk atau overweight sebesar 8 persen.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi: 34 Persen Nakes Sudah Dapat Vaksin Booster

Menkes Budi: 34 Persen Nakes Sudah Dapat Vaksin Booster

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:21 WIB

Menkes Budi Sarankan Ibu Tetap Menyusui Meski Positif Covid-19, Ini Tata Caranya

Menkes Budi Sarankan Ibu Tetap Menyusui Meski Positif Covid-19, Ini Tata Caranya

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:03 WIB

ASI Ibu Menyusui yang Vaksin Covid-19 Bisa Lindungi Bayi dari Virus Corona

ASI Ibu Menyusui yang Vaksin Covid-19 Bisa Lindungi Bayi dari Virus Corona

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 07:48 WIB

Terkini

Stunting Jateng Turun Jadi 9,93 persen, Ahmad Luthfi Jadikan Demak dan Semarang Percontohan Nasional

Stunting Jateng Turun Jadi 9,93 persen, Ahmad Luthfi Jadikan Demak dan Semarang Percontohan Nasional

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 16:24 WIB

Honda Resmi Pamerkan e-MTB Prototype, Siap Guncang Pasar Sepeda Listrik

Honda Resmi Pamerkan e-MTB Prototype, Siap Guncang Pasar Sepeda Listrik

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 16:24 WIB

Diduga Rem Blong, Fuso Oranye 'Sapu' Antrean Kendaraan di Jalan Pramuka: Korban Dilarikan ke RS

Diduga Rem Blong, Fuso Oranye 'Sapu' Antrean Kendaraan di Jalan Pramuka: Korban Dilarikan ke RS

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 16:21 WIB

Tak Cuma Mercy dan Fortuner, KPK Ikut Angkut Mobil Zenix yang Dipakai Adik Anggota DPRD Vinna Ledy

Tak Cuma Mercy dan Fortuner, KPK Ikut Angkut Mobil Zenix yang Dipakai Adik Anggota DPRD Vinna Ledy

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:20 WIB

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Android Baru sebelum Mulai Lemot?

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Android Baru sebelum Mulai Lemot?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 16:20 WIB

Review The Stunt Driver: Kisah Nyata Luar Biasa, tapi Filmnya Biasa Saja

Review The Stunt Driver: Kisah Nyata Luar Biasa, tapi Filmnya Biasa Saja

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 16:20 WIB

Satu Korban Banjir Bandang Solok Ditemukan Tewas, Tim SAR Sisir Lokasi Cari Korban Hilang Lainnya

Satu Korban Banjir Bandang Solok Ditemukan Tewas, Tim SAR Sisir Lokasi Cari Korban Hilang Lainnya

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:18 WIB

Cara Dapat Saldo Emas Gratis dari BRI Terbaru 2026

Cara Dapat Saldo Emas Gratis dari BRI Terbaru 2026

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 16:18 WIB

Puan Ungkap PDIP Sudah Diajak Bicara soal Usulan Capres Didukung Minimal 2 Partai

Puan Ungkap PDIP Sudah Diajak Bicara soal Usulan Capres Didukung Minimal 2 Partai

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:16 WIB

Kembalinya SUV Legendaris All-New Mitsubishi Pajero Lewat Desain Kekar dan Teknologi Premium

Kembalinya SUV Legendaris All-New Mitsubishi Pajero Lewat Desain Kekar dan Teknologi Premium

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 16:15 WIB

×