facebook

Jangan Ragu Vaksinasi Covid-19, Bisa Cegah Gejala Parah hingga Kurangi Risiko Long Covid

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana
Jangan Ragu Vaksinasi Covid-19, Bisa Cegah Gejala Parah hingga Kurangi Risiko Long Covid
Ilustrasi vaksinasi. [Solopos.com]

Peneliti tegaskan bahwa vaksinasi sangat diperlukan untuk mengakhiri pandemi.

Suara.com - Orang yang divaksinasi masih bisa terinfeksi Covid-19. Namun mereka cenderung memiliki risiko infeksi parah dan membutuhkan rawat inap. 

Melansir dari Medicinenet, hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang sudah divaksin risikonya berkurang hingga dua per tiga untuk dirawat di rumah sakit jika terinfeksi Covid-19. Penelitian telah diterbitkan pada jurnal The Lancet Infectious Diseases.

Vaksinasi meningkatkan kemungkinan infeksi Covid-19 tanpa gejala dan mengurangi separuh risiko gejala jangka panjang atau Long Covid.  

“Kita berada pada titik kritis dalam pandemi karena melihat kasus meningkat di seluruh dunia akibat varian Delta. Fakta bahwa vaksin ini bekerja persis dengan apa yang peneliti rencanakan,  menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit serius," kata rekan penulis Claire Steves, dari King's College London.

Baca Juga: Kunjungi Sentra Vaksinasi Nelayan, Puan Maharani Minta Jangan Ada Kesenjangan

"Penelitian lain menunjukkan angka kematian setinggi 27 persen untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Kami dapat sangat mengurangi angka itu dengan menjauhkan orang dari rumah sakit melalui vaksinasi," kata Steves dalam rilis berita jurnal.

Ilustrasi vaksinasi. [Istimewa]
Ilustrasi vaksinasi. [Istimewa]


Dari lebih dari 1,2 juta orang dewasa yang menerima setidaknya satu dosis vaksin Pfizer, Moderna atau AstraZeneca, kurang dari 0,5 persen melaporkan infeksi usai vaksinasi yang lebih dari 14 hari setelah dosis pertama mereka.

Di antara lebih dari 971.000 orang dewasa yang menerima dua dosis vaksin, kurang dari 0,2 persen mengalami infeksi lebih dari tujuh hari setelah dosis kedua mereka.

Dan bagi mereka yang dites positif Covid-19, kemungkinan besar mereka bebas gejala. Kemungkinan infeksi tanpa gejala meningkat sebesar 63 persen setelah satu dosis vaksin dan sebesar 94 persen setelah dosis kedua.

Risiko rawat inap berkurang sekitar 70 persen setelah satu atau dua dosis, dan risiko penyakit parah (lima atau lebih gejala pada minggu pertama penyakit) berkurang sekitar sepertiga.

Baca Juga: Siap Gelar Tes Pramusim MotoGP, Ini Persentase Penonton Sirkuit Mandalika yang Dibolehkan

Peluang Long Covid juga berkurang 50 persen setelah vaksinasi dosis kedua.

Selain itu, orang yang divaksinasi jika terinfeksi biasanya hanya mengembangkan gejala, seperti kelelahan, batuk, demam, dan kehilangan rasa dan bau.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar