alexametrics

Jelang Libur Thanksgiving, Korea Selatan Perpanjang Pembatasan Jarak Sosial

M. Reza Sulaiman
Jelang Libur Thanksgiving, Korea Selatan Perpanjang Pembatasan Jarak Sosial
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Pemerintah Korea Selatan masih mengantisipasi adanya lonjakan kasus COVID-19, jelang hari libur Thanksgiving yang jatuh di akhir bulan September.

Suara.com - Pemerintah Korea Selatan masih mengantisipasi adanya lonjakan kasus COVID-19, jelang hari libur Thanksgiving yang jatuh di akhir bulan September.

Melansir ANTARA, perpanjangan masa pembatasan jarak sosial pun diperpanjang beberapa minggu, untuk memastikan kasus COVID-19 turun, di tengah kampanye vaksinasi nasional yang terus dilakukan pemerintah.

Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan pembatasan jarak sosial tingkat 4 terketat di Seoul yang diterapkan secara lebih luas dan pembatasan tingkat 3 di seluruh negara itu akan berlaku hingga 3 Oktober.

Namun, ia juga mengumumkan bahwa restoran dan kafe di wilayah Seoul dan sekitarnya akan diizinkan tutup satu jam lebih lama setiap malam dan keluarga-keluarga akan diizinkan untuk berkumpul dalam kelompok hingga delapan orang untuk pekan liburan Chuseok pada 21 September.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di DIY Turun Tapi Destinasi Wisata Masih Tutup, SBSI Desak Ini

Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)
Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Kim telah menyeimbangkan pemberian insentif bagi warga untuk mau divaksin dan upaya mengekang wabah varian Delta yang sangat menular yang dimulai pada Juli.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 1.709 kasus baru COVID-19 pada Kamis, dan 1.675 kasus di antaranya ditularkan secara lokal.

Korea Selatan telah mencatat total 257.110 kasus infeksi virus corona sejak pandemi dimulai, dengan 2.308 kematian akibat COVID-19.

Kementerian Kesehatan Korsel mengatakan wabah COVID-19 saat ini di negara itu kemungkinan akan meningkat pada awal September, dan mungkin memuncak menjadi sekitar 2.300 kasus harian, sebelum mereda menjelang akhir September.

Angka kasus harian pada saat puncaknya itu akan melampaui rekor 2.223 kasus yang dilaporkan pada 11 Agustus.

Baca Juga: Badai Ida Hantam AS di Tengah Peningkatan Kasus COVID-19

"Kami khawatir lonjakan wabah COVID-19 akibat peningkatan pergerakan pada saat masa liburan Chuseok," kata Menteri Kesehatan Kwon Deok-cheol dalam sebuah pengarahan.

Komentar