Bagi Penderita Diabetes, Semakin Tinggi Kadar Gula Berpotensi Picu Masalah Mata

Minggu, 05 September 2021 | 10:27 WIB
Bagi Penderita Diabetes, Semakin Tinggi Kadar Gula Berpotensi Picu Masalah Mata
Kondisi kesehatan mata. (Shutterstock)

Suara.com - Penglihatan kabur adalah salah satu gejala diabetes yang paling umum. Penderita diabetes biasanya mengeluh bahwa mereka tidak dapat melihat detail halus dari suatu objek. 

Namun, sayangnya mereka sering mengabaikan gejala-gejala ini, dengan asumsi bahwa masalah mata mungkin adalah komplikasi yang berkaitan dengan usia. 

“Terkadang mengabaikan tanda-tanda ini dapat menyebabkan kebutaan,” kata Dr Mallikarjuna Vj, M.B.B.S, M.D, DM, Assistant Professor Department of Endocrinology Ssims & RC, Sadhana Clinic, Davanagere seperti yang dikutip dari India Express.

“Komplikasi terkait penglihatan pada penderita diabetes sering terjadi karena kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah yang memasok ke jaringan peka cahaya yang ada di retina di bagian belakang mata. Hal ini membuat penting bagi penderita diabetes untuk mengontrol kadar glukosa darah mereka,” imbuhnya. 

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mata. Shutterstock)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mata. Shutterstock)

Melansir dari India Express, Mata diabetes adalah istilah yang diberikan untuk sekelompok kondisi mata yang sering menyerang penderita diabetes. Paling umum, penderita diabetes mengembangkan retinopati diabetik. 

Kondisi lain yang merupakan mata diabetik adalah edema makula diabetik, katarak, dan glaukoma.

“Seiring berjalannya waktu, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata Anda,” kata ahli tersebut.

Berikut beberapa tanda  awal mata diabetes, antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Kesulitan dalam memahami warna
  • Benang gelap atau bintik-bintik mengambang di penglihatan
  • Kesulitan melihat di malam hari

"Tetapi, dengan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan, seseorang dapat mencegah berkembangnya penyakit mata diabetes atau menghindarinya menjadi lebih buruk, ”kata Dr Mallikarjuna.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Berisiko Idap Penyakit Ginjal Stadium Akhir hingga 215 Persen

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI