alexametrics

WHO Sebut Covid-19 Tak Bisa Dilenyapkan, akan Bertahan seperti Flu?

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
WHO Sebut Covid-19 Tak Bisa Dilenyapkan, akan Bertahan seperti Flu?
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 [Foto: Antara]

Virus corona Covid-19 akan terus bermutasi dan bertahan hidup berdampingan seperti flu.

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus corona Covid-19 akan terus bermutasi mirip dengan flu biasa. Pihaknya pun memprediksi virus corona ini kemungkinan besar akan tetap ada dan hidup berdampingan dengan masyarakat.

Menurut WHO, sekarang ini virus corona Covid-19 sudah terlihat terus bermutasi dan berada di tengah masyarakat. Semua orang di seluruh dunia akan selalu menemukan varian baru dari virus corona Covid-19.

Dr Mike Ryan, direktur eksekutif Program Darurat WHO, berpendapat bahwa virus corona Covid-19 akan tetap ada di sini untuk tinggal bersama masyarakat dan berkembang seperti virus influenza.

Sebelumnya, pejabat kesehatan WHO juga mengatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak akan menjamin dunia untuk membasmi virus corona Covid-19, seperti virus lainnya.

Baca Juga: Virus Nipah Hampir Mirip Virus Corona Covid-19, Kenali Gejalanya

Beberapa pakar kesehatan terkemuka, termasuk kepala penasihat medis Gedung Putih, Dr Anthony Fauci dan Stephane Bancel, CEO Moderna, telah memperingatkan bahwa dunia harus hidup berdampingan dengan virus corona Covid-19 selamanya, seperti influenza.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

"Virus corona Covid-19 ini telah memberi sinyal kepada kita kalau akan terus bermutasi," kata Dr Jesse Goodman, mantan kepala ilmuwan di Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dikutip dari Express.

Dr Jesse juga menambahkan bahwa ada kemungkinan realistis kalau varian virus corona Covid-19 ini akan terus berkembang dan berpotensi menghindari kekebalan vaksin Covid-19. Bahkan, ketika kita tidak mengalami situasi kritis sekarang ini.

"Orang-orang mengatakan akan menghilangkan atau membasmi virus ini. Tapi tidak, kami yakin itu sangat tidak mungkin," kata Dr Jesse.

Jika dunia mengambil langkah awal untuk menghentikan penyebaran virus corona Covid-19, WHO mengatakan situasi sekarang ini akan sangat berbeda.

Baca Juga: Bukan Vaksin, Ini Pencegahan Pertama Agar Terhindar dari Berbagai Varian Virus Corona

"Jika kami memiliki peluang di awal pandemi ini. Maka, pandemi virus corona Covid-19 mungkin tak seburuk ini," kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO.

Beberapa ilmuwan telah menggunakan istilah resistensi vaksin untuk menggambarkan penurunan kemanjuran vaksin Covid-19 terhadap beberapa varian virus corona.

Menurut studi Zoe COVID, peringkat gejala virus corona Covid-19 setelah vaksinasi, antara lain:

  1. Sakit kepala
  2. Pilek
  3. Bersin
  4. Sakit tenggorokan
  5. Kehilangan penciuman

Saat ini, vaksin Covid-19 didasarkan pada protein lonjakan SARS-CoV-2, yang digunakan virus corona Covid-19 untuk mengikat dan menginfeksi sel inang.

Tapi, varian virus corona yang masuk varian perhatian mungkin lebih menular dan mematikan dibandingkan virus corona Covid-19 aslinya. Karena, beberapa varian virus corona mengandung mutasi pada protein lonjakan yang memicu kekhawatiran tentang tingkat kemanjuran vaksin Covid-19.

Komentar