Duh, Peneliti Temukan Mikroplastik di Kotoran Bayi yang Baru Lahir

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 27 September 2021 | 14:52 WIB
Duh, Peneliti Temukan Mikroplastik di Kotoran Bayi yang Baru Lahir
Ilustrasi bayi. (Pexels)

Suara.com - Dalam beberapa tahun belakangan, mikroplastik menjadi banyak pembicaraan ilmuwan dan masyarakat luat. Kini para peneliti menemukan mikroplastik di feses atau kotoran bayi yang baru lahir.

Dalam sebuah studi percontohan baru yang diterbitkan Rabu di jurnal Environmental Science & Technology Letters, para peneliti melaporkan bahwa kotoran bayi sarat dengan mikroplastik - 10 kali lebih banyak daripada yang ditemukan di kotoran orang dewasa. Demikian seperti dilansir dari NY Post.

Penulis penelitian melihat sampel tinja dari enam anak berusia 1 tahun di New York City, serta tiga mekonium bayi baru lahir yang terpisah (kotoran pertama mereka) dan 10 sampel tinja dari orang dewasa yang tinggal di Albany.

Mereka menemukan bahwa bayi ternyata memiliki lebih banyak paparan bintik sintetis daripada orang dewasa.

Ilustrasi Mikroplastik. [Shutterstock]
Ilustrasi Mikroplastik. [Shutterstock]

Mengapa demikian dan apa artinya keduanya tidak jelas – tetapi para ilmuwan khawatir.

“Sayangnya, dengan gaya hidup modern, bayi terpapar pada begitu banyak hal berbeda yang kita tidak tahu efek seperti apa yang dapat mereka timbulkan di kemudian hari,” ilmuwan dan rekan penulis makalah Grossman School of Medicine dari Universitas New York, Kurunthachalam. Kannan memberi tahu Wired.

"Saya sangat percaya bahwa bahan kimia ini mempengaruhi tahap awal kehidupan ... Itu adalah periode yang rentan."

Mikroplastik yang ditemukan di kotoran mengandung berbagai bahan sintetis, mungkin bahan kimia pengganggu endokrin, atau EDC.

“Kita harus khawatir karena EDC dalam mikroplastik telah terbukti terkait dengan beberapa hasil yang merugikan dalam penelitian pada manusia dan hewan,” kata ahli toksikologi reproduksi Jodi Flaws – yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut – kepada Wired.

Baca Juga: Ini Nih 10 Nama Putri Kerajaan di Jawa Cocok Jadi Inspirasi Nama Bayi

“Beberapa mikroplastik mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu fungsi normal sistem endokrin.”

Para peneliti mengatakan lebih banyak penelitian diperlukan untuk lebih memahami sepenuhnya dampak dari bahan kimia tersebut.

Kontaminasi mikroplastik begitu luas, tidak ada cara untuk melindungi bayi atau janin dari mereka sepenuhnya.

Tetapi setidaknya ada beberapa cara yang diketahui untuk mengurangi paparan, termasuk menggunakan kaca sebagai pengganti botol plastik untuk menyiapkan susu formula, menjaga lantai tetap rapi dengan menyedot debu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI