alexametrics

Otak Lemot Setelah Sembuh Covid-19? Begini Cara Memulihkannya

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Otak Lemot Setelah Sembuh Covid-19? Begini Cara Memulihkannya
Ilustrasi otak. (Pixabay)

Bisa dilakukan rehabilitasi yang bisa melatih otak, agar kemampuan berpikirnya kembali secara perlahan.

Suara.com - Sulit fokus atau otak lemot jadi salah satu gejala post Covid-19 syndrome atau long Covid-19. Gejala ini bisa sangat menganggu aktivitas sehari-hari, khususnya saat bekerja.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Wirawan Hambali, Sp. PD menyarankan untuk melakukan rehabilitasi yang bisa melatih otak, agar kemampuan berpikirnya kembali secara perlahan.

Meski beberapa saraf otak mati akibat Covid-19, namun menurut dr. Wirawan, kita bisa melatih bagian otak lainnya yang jarang digunakan.

"Misalnya memang ada dampak dari Covid-19 di otak kita, di bagian tertentu, dari bagian atensi kita bisa melatih otak kita mengembangkan bagian otak yang lain," ujar dr. Wirawan dalam acara diskusi RS Pondok Indah Group, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Studi di Israel: 1 dari 10 Anak Alami Long Covid-19 Usai Sembuh

Proses melatih otak ini, kata dr. Wirawan, juga kerap digunakan pada pasien stroke yang beberapa sel otaknya mati karena serangan. Namun setelah pulih, dokter biasanya menyarankan untuk melatih bagian lain dari otaknya.

"Jadi ketika seseorang kena stroke di sebelah kiri, itu kita bisa melatih otak sebelah kanan. Kita sering melihat contoh orang yang alami kondisi penyakit kronis, pulih karena melatih, termasuk melatih fokus kembali," ungkapnya.

Proses melatih otak ini bisa dilakukan secara bertahap, seperti tidak memaksakan diri saat otak lelah dan sulit fokus, jam kerja ditambah secara perlahan sesuai kemampuan.

Tapi perlu diingat, upaya ini juga harus diiringi dengan pola hidup sehat, salah satunya cukup tidur minimal 7 jam sehari. Tidur ketahui sangat baik untuk memulihkan kembali fungsi sel otak.

Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Puri Indah itu juga mengungkap potensi peluang kepulihan semakin tinggi seiring semakin mudanya usia.

Baca Juga: Aplikasi Telemedisin Ini Tawarkan Perawatan Long Covid-19 Bagi Para Penyintas

"Semakin tinggi tingkat kepulihannya pada usia muda, dan terjadi sebaliknya (pada usia tua)," pungkasnya.

Komentar