Studi: Ibu Menyusui Kena Covid-19, Antibodi dalam ASI Bisa Bertahan 10 Bulan

Arendya Nariswari, Fita Nofiana

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 17:21 WIB
Studi: Ibu Menyusui Kena Covid-19, Antibodi dalam ASI Bisa Bertahan 10 Bulan

Suara.com - Sebuah penelitian menemukan bahwa perempuan menyusui yang telah terinfeksi Covid-19 tetap mengeluarkan antibodi usai vaksin. 

Selain melindungi bayi dari penyakit, antibodi ini juga dapat digunakan untuk mengobati orang dengan Covid-19 yang parah. 

Melansir dari India Express, antibodi utama dalam ASI adalah Secretory Immunoglobulin A (IgA) yang menempel pada lapisan saluran pernapasan dan usus bayi. Kandungan ini menghalangi virus dan bakteri memasuki tubuh mereka.

Untuk penelitian ini, dokter Rebecca Powell dari rumah sakit Mount Sinai dan timnya menganalisis sampel ASI dari 75 perempuan yang sembuh dari Covid-19. Mereka menemukan bahwa 88 persen mengandung antibodi IgA.

“Artinya jika Anda terus menyusui, Anda masih memberikan antibodi itu dalam ASI Anda. Ini bisa menjadi terapi yang luar biasa karena IgA Sekretori dimaksudkan untuk berada di area mukosa ini, seperti lapisan saluran pernapasan, dan bertahan dan berfungsi dengan sangat baik di sana," ujar Powell. 

"Anda bisa bayangkan jika itu digunakan dalam pengobatan jenis nebuliser, mungkin akan sangat efektif selama jendela di mana orang tersebut menjadi sangat sakit, tetapi mereka belum pada titik [dimasukkan ke perawatan intensif],” tambahnya. 

Bereaksi terhadap penelitian ini, Dokter Sarika Gupta, konsultan senior, Onkologi dan Ginekologi Robotik, Rumah Sakit Indraprastha Apollo, New Delhi, mengatakan bahwa antibodi IgA ditemukan dalam ASI ibu menyusui yang sebelumnya terinfeksi terus disekresikan selama 10 bulan. 

"Antibodi ini memberikan kekebalan pasif pada bayi dan juga berpotensi digunakan untuk mengobati infeksi COVID 19 pada pasien yang sakit," ujar dokter Gupta. 

Dokter Gupta, mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk memeriksa nilai penggunaan IgA yang berasal dari ASI dalam mengobati infeksi Covid-19.

baca juga


Para peneliti juga menemukan bahwa perempuan yang divaksinasi memiliki antibodi spesifik virus dalam susu mereka. 

“Kita tahu bahwa tingkat antibodi yang dihasilkan oleh vaksin RNA sangat tinggi dibandingkan dengan vaksin lain. Anda tidak perlu banyak antibodi untuk melindungi Anda dari infeksi, tetapi efek susu sangat tergantung pada banyak antibodi dalam darah Anda yang ditransfer ke dalam susu Anda," ujar dokter Gupta. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipimpin 5 Pemuka Agama, Kemenkumham Gelar Doa Kumham untuk Negeri

Dipimpin 5 Pemuka Agama, Kemenkumham Gelar Doa Kumham untuk Negeri

Jogja | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 16:53 WIB

Nadiem Sebut Ketimpangan Pendidikan Indonesia Makin Nyata di Era Pandemi Covid-19

Nadiem Sebut Ketimpangan Pendidikan Indonesia Makin Nyata di Era Pandemi Covid-19

News | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 16:32 WIB

Penelitian: Tak Divaksin, Makin Banyak Ibu Hamil Dilaporkan Masuk RS Akibat Covid-19

Penelitian: Tak Divaksin, Makin Banyak Ibu Hamil Dilaporkan Masuk RS Akibat Covid-19

Health | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 16:55 WIB

Terkini

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

×