alexametrics

Penelitian: Tak Divaksin, Makin Banyak Ibu Hamil Dilaporkan Masuk RS Akibat Covid-19

Arendya Nariswari | Fita Nofiana
Penelitian: Tak Divaksin, Makin Banyak Ibu Hamil Dilaporkan Masuk RS Akibat Covid-19
Ilustrasi Ibu Hamil. (Pixabay/Cparks)

Penelitian baru menunjukkan bahwa lebih banyak ibu hamil yang dilaporkan harus masuk RS.

Suara.com - Laporan penelitian terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak perempuan hamil yang tak divaksin dirawat di rumah sakit akibat Covid-19. Penelitian ini dipimpun oleh UT Southwestern Medical Center. 

Melansir dari Medical Xpress, penelitian yang mencakup lebih dari 1.500 kasus di wilayah Dallas sejak Mei 2020 ini menawarkan gambaran tentang apa yang diyakini para dokter terjadi di komunitas di seluruh negeri.

Penelitian menunjukkan proporsi pasien hamil Covid-19 yang membutuhkan rawat inap meningkat menjadi 10 hingga 15 persen pada akhir Agustus dan awal September. 

Peningkatan persentase ini sejalan dengan varian delta yang yang menyebar. 

Baca Juga: BIN Kepri Sediakan Vaksin Dosis Kedua untuk Masyarakat Hinterland Batam

"Ini adalah tren yang mengkhawatirkan, dan kami terutama melihat kasus ini pada perempuan yang tidak divaksinasi," kata Emily Adhikari, M.D., Asisten Profesor Obstetri dan Ginekologi, dan penulis utama studi yang diterbitkan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology.

Dokter Adhikari mengatakan temuan menawarkan bukti objektif pertama bahwa jumlah kasus dan tingkat keparahan penyakit pada wanita hamil meningkat dengan lonjakan varian Delta.

Ilustrasi Ibu Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil


Penelitian ini meneliti 1.515 perempuan hamil hamil yang didiagnosis dengan Covid-19 di Parkland Health & Hospital System, rumah sakit umum Dallas County. Dari jumlah tersebut, 82 pasien memiliki penyakit parah atau kritis, termasuk 10 yang membutuhkan ventilator, dan dua kematian. 

Proporsi kasus parah atau kritis adalah sekitar 5 persen sampai setelah tahun baru, dan kemudian sebagian besar tidak ada pada bulan Februari dan sebagian besar Maret.

Dari 82 pasien yang dirawat di rumah sakit sejak pada Mei 2020, 81 di antaranyatidak divaksinasi.

Baca Juga: Vaksin Moderna di Jepang Terkontaminasi Partikel Logam, Perusahaan Takeda Akui Human Error

Komentar