Sama-Sama Sebabkan Demam, Ini Cara Bedakan DBD dan Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 02 Oktober 2021 | 07:36 WIB
Sama-Sama Sebabkan Demam, Ini Cara Bedakan DBD dan Virus Corona Covid-19
Ilustrasi demam. (Shutterstock)

Suara.com - Demam berdarah (DBD) di tengah pandemi bisa mengaburkan gejala virus corona Covid-19. Karena, kedua penyakit itu bisa menyebabkan demam sebagai gejala umumnya.

Bedanya, demam berdarah (DBD) adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Sedangkan, virus corona Covid-19 adalah penyakit yang ditularkan melalui transmisi droplet pernapasan.

Demam berdarah termasuk penyakit musiman yang terjadi setiap tahunnya. Gejalanya yang hampir mirip virus corona Covid-19 bisa membuat orang sulit membedakan keduanya.

Apalagi, virus corona Covid-19 maupun DBD adalah penyakit virus yang kemungkinan mengalami gejala serupa cukup tinggi. Beberapa gejala umum serupa pada kedua infeksi penyakit tersebut, termasuk nyeri tubuh, myalgia, kedinginan, demam dan mual.

Meskipun melakukan tes adalah satu-satunya cara mendiagnosis kedua kondisi kesehatan tersebut. Terkadang dilansir dari Times of India, dokter juga menyarankan pasien untuk mewaspadai 1 gejala dari kedua kondisi tersebut, yakni demam.

Ilustrasi virus corona Covid-19, demam berdarah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, demam berdarah (Pixabay/Coyot)

Walaupun kedua penyakit itu bisa menyebabkan demam. Tapi, demam akibat virus corona Covid-19 biasanya lebih rendah atau sedang dan bisa diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan. Jika demam berlanjut selama lebih dari 7 hari, maka pertanda infeksi serius akibat virus corona.

Pada DBD, demam bisa terjadi dangat tinggi dan disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Pasien juga mungkin membutuhkan perawatan intensif untuk sembuh.

Menurut beberapa laporan, jenis virus dengue sekarang ini, DENV-2 juga menyebabkan intensitas gejala yang lebih parah, termasuk demam tinggi yang mematikan.

Demam akibat DBD juga bisa terjadi terus-menerus dan persisten. Sedangkan, demam akibat virus corona Covid-19 biasanya datang dan pergi.

Selain demam, ada juga sedikit perbedaan dalam timbulnya gejala kedua infeksi penyakit tersebut. Infeksi virus corona biasanya muncul dengan 1 atau lebih gejala pada satu waktu yang sama.

Pasien bisa mengalami batuk terus-menerus dan demam, gejala gastrointestinal dan demam atau kelelahan dan demam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan Baru, Mikrobiota  Hidung Bisa Prediksi Tingkat Infeksi Virus Corona Covid-19

Temuan Baru, Mikrobiota Hidung Bisa Prediksi Tingkat Infeksi Virus Corona Covid-19

Health | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 11:30 WIB

Pfizer Buat Pil Antivirus untuk Cegah Virus Corona Covid-19

Pfizer Buat Pil Antivirus untuk Cegah Virus Corona Covid-19

Health | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 10:41 WIB

Jangan Hirup Hidrogen Peroksida untuk Cegah Virus Corona, Ini Dampaknya!

Jangan Hirup Hidrogen Peroksida untuk Cegah Virus Corona, Ini Dampaknya!

Health | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 09:55 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB