Ahli: Flu Bisa Picu Pandemi yang Lebih Bahaya dari Virus Corona Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 04 Oktober 2021 | 17:07 WIB
Ahli: Flu Bisa Picu Pandemi yang Lebih Bahaya dari Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus flu, virus corona Covid-19. [Joseph Mucira/Pixabay]

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 telah merenggut lebih dari 5 juta nyawa di seluruh dunia. Penyakit menular pada sistem pernapasan ini pun masih terus bermutasi dan berisiko menjadi ancaman baru pada gelombang pandemi berikutnya.

Di sisi lain, para ahli penyakit menular juga mengatakan wabah flu global masih terus menjadi risiko serius dan nyata dibandingkan virus corona Covid-19 yang sekarang mewabah.

Menurut Profesor Michael Osterholm, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di University of Minnesota, pandemi flu global bisa lebih buruk dalam risiko infeksi dan kematiannya.

Michael Osterholm menyatakan bahwa pandemi flu bisa membunuh sekitar 33 juta orang dalam 6 bulan pertama, yakni sekitar 6 kali lebih banyak dari total jumlah kematian selama pandemi virus corona Covid-19.

Ia juga menambahkan bahwa sebelum pandemi virus corona Covid-19, influenza adalah risiko biologis nomor satu bagi manusia dan ini tidak berubah.

Ilustrasi Flu. (Freepik.com)
Ilustrasi Flu. (Freepik.com)

Tapi dilansir dari Times of India, virus corona maupun influenza sama-sama penyakit pada sistem pernapasan bagian atas yang menyebabkan gejala berupa demam, batuk, kelelahan, sesak napas dan nyeri tubuh.

Kedua penyakit pernapasan itu disebabkan oleh virus yang berbeda. Namun dalam kasus yang parah, kedua penyakit itu bisa menyebabkan pneumonia. Virus influenza (flu) musiman terdeteksi sepanjang tahun, yakni virus flu yang biasa terjadi selama musim gugur dan musim dingin.

Selain itu, ada beberapa jenis virus flu yang jauh lebih menular dan berbahaya daripada virus corona Covid-19. Bahkan, virus flu ini bisa menyebabkan jumlah kematian yang lebih banyak.

Bedanya, virus flu musiman memang sudah ada dari lama. Sedangkan, virus corona Covid-19 termasuk virus pernapasan baru yang masih dipelajari proses penularan dan dampaknya.

baca juga

Namun, para ahli mengingatkan bahwa belum ada vaksin khusus untuk mencegah virus influenza yang lebih kuat dan tahan lama. Meski begitu, para ahli percaya bahwa vaksin flu bisa memberikan perlindungan terhadap semua jenis virus.

Selain itu, semua orang juga perlu melakukan beberapa hal untuk melindungi diri dari virus corona dan flu, yakni menjaga kebersihan, menggunakan masker, dan mencuci tangan teratur. Semua orang juga perlu suntik vaksin Covid-19 dan vaksin flu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan Baru, Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Hiperglikemia

Temuan Baru, Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Hiperglikemia

Health | Senin, 04 Oktober 2021 | 16:31 WIB

Kembali Beroperasi, Penumpang KA Kaligung Tak Perlu Surat Bebas COVID-19

Kembali Beroperasi, Penumpang KA Kaligung Tak Perlu Surat Bebas COVID-19

Jabar | Minggu, 03 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Tanda Kekurangan Vitamin D, 2 Gejalanya Mirip Virus Corona Covid-19

Tanda Kekurangan Vitamin D, 2 Gejalanya Mirip Virus Corona Covid-19

Health | Sabtu, 02 Oktober 2021 | 09:25 WIB

Terkini

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×