Bisakah Kandungan Pracetamol di Teluk Jakarta Hilang?

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 05 Oktober 2021 | 10:42 WIB
Bisakah Kandungan Pracetamol di Teluk Jakarta Hilang?
Kawasan Teluk Jakarta di pesisir Ancol di Jakarta Utara, Selasa (28/9/2021). [ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna]

Suara.com - Masyarakat ibukota tengah dihebohkan dengan isu kandungan zat kimia paracetamol di perairan teluk Jakarta.

Dikatakan oleh ahli Farmakologi Universitas Padjajaran Bandung, Profesor Keri Lestari, kandungan paracetamol di teluk Jakarta bisa saja hilang asal pencemaran lingkungan tidak terus terjadi. 

"Sangat bisa (hilang) kalau limbahnya tidak terus-menerus dibuang ke sungai. Aliran sungai itu sendiri lepas ke laut, tapi tingginya kandungan itu ada di muara sungai."

"Intinya, kalau misalnya dilakukan mitigasi lebih tepat supaya tidak membuang limbah obat ke sungai, ya Insyaallah lama-kelamaan. pasti akan menurun karena tidak ada tambahan dari limbah tersebut," katanya saat dihubungi Suara.com, Senin (4/10/2021) kemarin.

Profesor Keri melanjutkan, perairan di Jakarta bisa saja tidak hanya tercemar zat kimia paracetamol, tetapu juga limbah lain yang membuat kondisi air sungai di sana yang menghitam.

Sebelumnya, temuan riset di perairan teluk Jakarta terbukti mengandung paracetamol. Hal itu menguatkan dugaan adanya pembuangan limbah obat ke sungai.

Profesor Keri menjelaskan, dalam industri kesehatan, obat yang tidak terpakai atau sudah kedaluwarsa tidak boleh dibuang sembarangan. Termasuk paracetamol yang cara pemusnahannya tidak boleh dibuang ke sungai.

"Untuk proses pemusnahan obat ada macam-macam, ada yang dikubur, ada yang dihancurkan kemudian dinetralisir dengan senyawa kimia lain. Sehingga pada saat menuangkan ke lingkungan tidak mencemari. Itu macam-macam tergantung dari karakteristik dari obat," paparnya.

Prosedur pembuangan sisa obat itu juga harus diketahui oleh Dinas Kesehatan setempat. Ia menambahkan, setiap industri yang menghasilkan limbah zat kimia harus memenuhi kriteria pengolahan limbah. 

baca juga

Beberapa instalasi yang berpotensi untuk mengeluarkan limbah kimia seperti laboratorium, Lab klinik, rumah sakit juga industri yang terkait dengan menggunakan zat kimia seperti tekstil dan pupuk kimia.

"Untuk satu industri bisa buang limbah ke lingkungan ada yang disebut sebagai instalasi pengolahan air limbah. Jadi limbah itu bisa keluar jika memang sudah memenuhi standar kualitas air limbah yang boleh keluar dari pabrik atau dari fasilitas kesehatan seperti lab, rumah sakit," ucapnya.

Jika kriteria pembuangan sampah limbah itu dituruti oleh setiap industri, maka pencemaran lingkungan mustahil terjadi. Namun hal itu juga tergantung dari proses pengawasan tata kelola pembuangan limbah tersebut, kata Profesor Keri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset Sebut Air Laut Ancol Mengandung Paracetamol, Pemprov DKI: Belum Tentu Pencemaran

Riset Sebut Air Laut Ancol Mengandung Paracetamol, Pemprov DKI: Belum Tentu Pencemaran

News | Selasa, 05 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Pencemaran Paracetamol di Teluk Jakarta Bisa Membahayakan Kesehatan, Jika Hal Ini Terjadi

Pencemaran Paracetamol di Teluk Jakarta Bisa Membahayakan Kesehatan, Jika Hal Ini Terjadi

Health | Selasa, 05 Oktober 2021 | 09:15 WIB

Soal Penyebab Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Wagub DKI Bilang Begini

Soal Penyebab Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Wagub DKI Bilang Begini

Jakarta | Selasa, 05 Oktober 2021 | 07:05 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×