WHO: Banyak Negara Gagal Berikan Layanan Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:02 WIB
WHO: Banyak Negara Gagal Berikan Layanan Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19
Ilustrasi kesehatan mental (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia WHO mencatat bahwa penanganan layanan kesehatan mental di seluruh dunia gagal berjalan dengan baik selama pandemi Covid-19. Padahal sejak wabah virus corona merebak, kebutuhan akan dukungan kesehatan mental terus meningkat.

WHO mencakup data Atlat dari 171 negara yang memberikan indikasi jelas bahwa perhatian terhadap kesehatan mental dalam beberapa tahun terakhir belum menghasilkan peningkatan kualitas sesuai dengan kebutuhan.

Diterbitkan setiap tiga tahun, Atlas merupakan kumpulan data yang disediakan oleh banyak negara di seluruh dunia tentang kebijakan kesehatan mental, undang-undang, pembiayaan, sumber daya manusia, ketersediaan dan pemanfaatan layanan dan sistem pengumpulan data.

"Sangat memprihatinkan, meskipun kebutuhan akan layanan kesehatan mental yang semakin nyata dan semakin meningkat selama pandemi Covid-19, niat baik tidak dipenuhi dengan implementasi,” kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari situs WHO. 

"Secara dramatis harus mempercepat peningkatan investasi dalam kesehatan mental, karena tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental," imbuhnya.

Menurut WHO, dari target kepemimpinan dan tata kelola yang efektif untuk kesehatan mental, penyediaan layanan kesehatan mental di lingkungan berbasis masyarakat, promosi dan pencegahan kesehatan mental, juga penguatan sistem informasi, hampir tak satu pun tercapai.

Pada tahun 2020, hanya 51 persen dari 194 Negara Anggota WHO yang melaporkan bahwa kebijakan atau rencana kesehatan mental mereka sejalan dengan instrumen hak asasi manusia internasional dan regional, jauh dari target 80 persen. 

Selain itu, hanya 52 persen negara yang memenuhi target terkait program promosi dan pencegahan kesehatan mental, juga jauh di bawah target 80 persen. 

Satu-satunya target periode 2020 yang terpenuhi adalah penurunan tingkat bunuh diri hingga 10 persen. Meski begitu, hanya 35 negara yang menyatakan memiliki strategi, kebijakan, atau rencana pencegahan yang berdiri sendiri.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Konsumsi Suplemen Vitamin D dengan Dosis Tinggi Bisa Menyebabkan Keracunan

Waspada, Konsumsi Suplemen Vitamin D dengan Dosis Tinggi Bisa Menyebabkan Keracunan

Health | Minggu, 10 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sederet Artis Bicara Kesehatan Mental, Ada yang Pernah Mau Bunuh Diri

Sederet Artis Bicara Kesehatan Mental, Ada yang Pernah Mau Bunuh Diri

Sumbar | Minggu, 10 Oktober 2021 | 09:40 WIB

Hari Kesehatan Jiwa Dunia, Kenali Perbedaan Gangguan Mental dan Gangguan Kepribadian

Hari Kesehatan Jiwa Dunia, Kenali Perbedaan Gangguan Mental dan Gangguan Kepribadian

Bogor | Minggu, 10 Oktober 2021 | 09:32 WIB

Terkini

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 11:26 WIB

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:12 WIB

×