alexametrics

Dokter Ungkap Alasan Pengidap Diabetes Rentan Alami Gula Darah Rendah

M. Reza Sulaiman
Dokter Ungkap Alasan Pengidap Diabetes Rentan Alami Gula Darah Rendah
Ilustrasi kadar gula darah rendah. (Pexels)

Penyakit diabetes ditandai dengan kenaikan gula darah yang sangat tinggi dan berpotensi merusak organ tubuh lainnya.

Suara.com - Penyakit diabetes ditandai dengan kenaikan gula darah yang sangat tinggi dan berpotensi merusak organ tubuh lainnya.

Namun dokter mengatakan, pasien diabetes juga rentan mengalami hipoglikemia, yakni saat tubuh kekurangan glukosa alias gula darah rendah. Kok bisa?

dr. Fakhrunnisa, Sp.S, dari RS Primaya Bekasi Barat mengatakan hipoglikemia bisa terjadi pada siapa saja. Umumnya, gula darah rendah terjadi ketika seseorang telat makan, puasa, atau kurang asupan karbohidrat.

"Tapi yang paling sering mengalami hipoglikemia adalah para pengidap diabetes, karena faktor penggunaan insulin dan obat yang tidak sesuai dengan dosis," tutur dr. Fakhrunnisa, dalam keterangan pers yang diterima Suara.com.

Baca Juga: Dorce Gamalama Drop karena Hipoglikemia, Dokter Ungkap Penyebabnya

ilustrasi cek gula darah (Pexels/Podrez).
ilustrasi cek gula darah (Pexels/Podrez).

dr Fakhrunnisa mengatakan ada sejumlah gejala yang menunjukkan seseorang mengalami hipoglikemia.

  • Tubuh tidak nyaman dan lemas
  • Sulit konsentrasi
  • Gemetar, pusing, dan mengantuk
  • Berkeringat banhyak
  • Pandangan mata ganda atau kabur
  • Kebingungan
  • Hilang keseimbangan
  • Mudah marah
  • Bicara tidak jelas

Dalam kondisi tertentu, hipoglikemia bisa membuat seseorang tiba-tiba pingsan. Ii jelas berbahaya jika terjadi dalam perjalanan. Bahkan menurutnya, hipoglikemia yang tidak tertangani bisa menyebabkan komplikasi seperti kejang-kejang, hilang kesadaran, dan kerusakan otak.

Menurut dr. Fakhrunnisa, jika seseorang mengabaikan atau tidak menyadari gejala hipoglikemia, maka bisa menyebabkan terjadinya hypoglycemia unawareness atau ketidaksadaran hipoglikemia.

Ketika gejala hipoglikemia tak disadari atau diabaikan berulang kali, tubuh menjadi kurang
sensitif terhadap gejala tersebut. Akibatnya, otak tak lagi bisa merespons kadar gula darah yang turun hingga berdampak fatal terhadap kondisi pasien.

Baca Juga: Waspada, Cepat Lapar Bisa Jadi Salah Satu Gejala Diabetes

Komentar