Penuhi Kebutuhan Gizi Anak, Ini Komposisi MPASI yang Harus Ada

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:45 WIB
Penuhi Kebutuhan Gizi Anak, Ini Komposisi MPASI yang Harus Ada
Ilusrasi MPASI (Shutterstock)

Suara.com - Dalam upaya mengatasi masalah stunting di Indonesia, kebutuhan gizi dan nutrisi anak sudah harus dipikirkan sejak mereka masih bayi. Khususnya ketika anak memasuki tahapan MPASI (makanan pendamping ASI) pada usia 6 bulan.

Pada usia 6 bulan, anak harus mulai mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Karena, kebutuhan nutrisinya, baik makronutrien dan mikronutrien mereka tidak bisa dipenuhi oleh ASI.

Selain itu, dr Ali Alhadar, Sp.A (K). dokter spesialis anak dan anggota IDAI, mengatakan usia 6 bulan itu anak sudah mulai memasuki periode kritis untuk belajar makan. Orangtua harus mulai memberi dan mengajarkannya makan.

"Biasanya usia 6-9 bulan adalah periode kritis untuk belajar makan, paling lambat usia 12 bulan ketika semua barang mulai dimasukkan ke dalam mulut," kata dr Ali Alhadar dalam webinar "Membangun Karakter Kesadaran Gizi Keluarga Melalui Mindful Parenting" oleh YAICI, Selasa (12/10/2021).

Ali Alhadar mengingatkan bahwa pemberian ASI pada anak setelah usia 6 bulan bukan lagi mengaku pada on-demand atau sesuai keinginan bayi, melainkan ibu harus mulai mengatur jam untuk memberi anak ASI dan MPASI.

Ilustrasi MPASI (shutterstock)
Ilustrasi MPASI (shutterstock)

Ia juga mengingatkan bahwa pemberian MPASI pada bayi setelah usia 6 bulan harus secera bertahap sesuai dengan usianya, baik dari jenis makanannya, jumlah, frekuensi, tekstur dan konsistensi makanannya.

Adapun komposisi makanan MPASI yang harus Anda berikan ke anak, meliputi karbohidrat, protein dan lemak. Ketiga hal itu bisa Anda penuhi sesuai dengan menu yang sesuai kemampuan dan ketersedian.

  1. Karbohidrat: nasi, kentang dan sagu
  2. Protein: protein hewani (telur, daging merah, ayam, ikan, udang, cumi, dan lainnya) dan protein nabati (tahu dan tempe)
  3. Lemak: minyak goreng atau santan kelapa (nasi goreng, nasi uduk, telur dadar, ayam goreng)

"Ingat, protein hewani memiliki asam amino yang lebih lengkap daripada protein nabati. Jadi, lebih baik memberikannya telur daripada tempe atau tahu," jelasnya.

Anda juga bisa memberikan bayi serat berupa buah dan sayuran selama masa MPASI. Asalkan, Anda tidak memberikan mereka buah dan sayuaran secara berlebihan sebelum anak usia 2 tahun.

baca juga

Anda bisa memberinya makan buah dan sayuran cukup sebanyak 2 ruas jari. Selain itu, Anda juga bisa memastikan buang air besar bayi tetap lancar dan tidak kesakitan.

Setelah usia 12 bulan, biasanya anak sudah mulai memahami dan mampu membedakan makanan yang bisa dikonsumsi dan tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Kasus Stunting di Kota Solo Capai 1.059 Balita

Duh! Kasus Stunting di Kota Solo Capai 1.059 Balita

Surakarta | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 10:42 WIB

Atasi Stunting, Edukasi Wajib Diberikan Sebelum Pasangan Menikah

Atasi Stunting, Edukasi Wajib Diberikan Sebelum Pasangan Menikah

Health | Rabu, 06 Oktober 2021 | 22:35 WIB

Pemkot Jakarta Pusat Fokus Tangani Stunting di 10 Kelurahan

Pemkot Jakarta Pusat Fokus Tangani Stunting di 10 Kelurahan

Jakarta | Rabu, 06 Oktober 2021 | 18:27 WIB

Terkini

Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna

Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:00 WIB

BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla

BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla

Kaltim | Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:56 WIB

Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan

Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:46 WIB

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

×