Studi: Orang Yang Kesepian Lebih Sering ke Dokter

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 26 Oktober 2021 | 22:33 WIB
Studi: Orang Yang Kesepian Lebih Sering ke Dokter
Ilustrasi kesepian. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Sebuah studi yang dilakukan University of Sheffield mengungkap bahwa orang yang kesepian akan lebih banyak melakukan kunjungan ke dokter.

Studi yang dipimpin oleh Dr. Fuschia Sirois dari Departemen Psikologi Universitas Sheffield ini telah dipublikasikan di Health Psychology Review, dan telah diulas lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.

Dr. Sirois meninjau 25 studi lewat laporan para individu yang menderita kesepian, juga kunjungan mereka ke dokter, baik yang dilaporkan sendiri atau dilacak lewat catatan medis.

Hasil meta-analisis kemudian mengungkap orang yang menderita kesepian melakukan kunjungan ke dokter lebih sering dibandingkan mereka yang tidak kesepian.

Perkiraan terbaru menyatakan, bahwa sekitar 3,7 juta orang dewasa di Inggris Raya menderita kesepian. Selain itu, temuan studi ini juga mengungkap bahwa wanita yang merasa kesepian lebih mungkin sering mengunjungi dokter dibanding pria yang menderita kesepian.

Dilansir dari Medical Xpress, disebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kesepian diakui sebagai masalah kesehatan masyarakat yang patut diperhatikan. Hal ini karena kesepian dapat menyebabkan sejumlah penyakit mental dan fisik, mulai dari depresi, kecemasan, hingga penyakit kardiovaskular.

Pada tahun 2018, seorang Menteri Kesepian bernama Tracey Crouch diangkat oleh Pemerintah Inggris untuk pertama kalinya. Menteri itu diangkat untuk melakukan strategi dalam menanggulangi penyakit mental tersebut, di mana pada praktiknya pasien melakukan rujukan ke profesional kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Pada tahun 2023 sampai 2024, National Health Service (NHS) berharap pasien yang dapat dirujuk ke profesional medis menjadi 900.000 orang per tahun.

Mengingat kesepian banyak dialami oleh kelompok orangtua, memahami hubungan antara kondisi dan penggunaan perawatan primer menjadi sangat penting.

Saat ini, masih belum jelas apakah orang yang menderita kesepian yang melakukan kunjungan ke dokter karena efek kesehatan mental yang negatif, atau hanya karena mereka ingin mengajak seseorang bicara untuk memerangi kesepian mereka.

Dr. Sirois, yang merupakan seorang Pembaca Psikologi Kesehatan dan Sosial di Universitas Sheffield sekaligus penulis studi, mengatakan bahwa kebijakan kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan serta mengurangi pemanfaatan layanan, cenderung fokus pada gaya hidup dan perilaku kesehatan yang buruk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Dokter Kerajaan Inggris yang Baru Saja Dianugerahi Gelar Bangsawan

Mengenal Dokter Kerajaan Inggris yang Baru Saja Dianugerahi Gelar Bangsawan

Health | Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:30 WIB

Terbentuknya Menteri Kesepian Jepang dan Fenomena "Kodokushi" Mati Dalam Kesendirian

Terbentuknya Menteri Kesepian Jepang dan Fenomena "Kodokushi" Mati Dalam Kesendirian

Bekaci | Minggu, 24 Oktober 2021 | 14:05 WIB

Meski Tak Punya Pacar, Lakukan 4 Hal Ini Biar Hidupmu Terhindar Rasa Jenuh

Meski Tak Punya Pacar, Lakukan 4 Hal Ini Biar Hidupmu Terhindar Rasa Jenuh

Your Say | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB