Amankah Anak Menjalankan Diet Vegan? Begini Kata Dokter Gizi

Bimo Aria Fundrika

Senin, 01 November 2021 | 19:10 WIB
Amankah Anak Menjalankan Diet Vegan? Begini Kata Dokter Gizi
Ilustrasi anak makan sayur dan buah. (Pexels)

Suara.com - Diet vegetarian dan vegan telah banyak dilakukan, terutama oleh orang dewasa. Diet ini menjadi pilihan karena dianggap lebih sehat. 

Tapi, bagaiamana jika diet ini juga dilakukan oleh usia anak? Seberapa aman mereka untuk melakukannya. Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes, mengatakan anak-anak yang menerapkan diet vegan harus disesuaikan dengan kebutuhan jumlah dan komposisi gizi.

Hal itu penting dilakukan agar tidak terjadi risiko kekurangan gizi.

“Beberapa penelitian menjelaskan bahwa tidak ada risiko kekurangan gizi pada anak-anak yang vegan asalkan komposisinya mengikuti kaidah gizi seimbang,” ujar Rita seperti dikutip dari ANTARA. 

Ilustrasi sayuran brokoli. [Shutterstock]
Ilustrasi sayuran brokoli. [Shutterstock]

Usia anak-anak memang membutuhkan protein dan kalsium yang lebih tinggi. Namun pada anak penganut vegan, tambah Rita, mereka bisa mendapatkan substitusinya melalui pangan yang berasal dari nabati, misalnya tempe dan olahan kacang-kacangan.

Ia menyebutkan protein hewani maupun nabati menempati posisi yang setara di dalam bagan piramida gizi seimbang sehingga sumber pangan tersebut dapat saling menggantikan.

Makanan-makanan yang dihindari vegan, seperti tempe, susu, kacang-kacangan, daging merah, serta daging ayam, dapat digantikan dengan sumber yang berbasis nabati.

“Mau berbasis nabati boleh-boleh saja, mau campuran boleh-boleh saja, asalkan padu-padannya mengacu pada prinsip gizi seimbang,” tuturnya

Ia juga menekankan bahwa keanekaragaman komposisi pangan pada penganut vegan sangat penting, jika perlu tambahkan makanan yang sifatnya telah difortifikasi.

baca juga

“Justru yang berbasis hewani saja kami tidak anjurkan karena banyak risiko kesehatan yang akan muncul,” tuturnya.

Rita mengatakan secara umum tidak ada perbedaan spesifik diet vegan pada setiap fase usia anak, namun ia mencatat bahwa mereka harus mengonsumsi gizi sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk setiap kelompok usianya.

Pada bayi yang memasuki usia 6 bulan, mereka memerlukan konsumsi MPASI 4 bintang atau unsur gizi lengkap berupa karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayuran. Namun pada bayi vegan, mereka tak bisa mengonsumsi protein hewani sehingga protein nabati bisa ditingkatkan menjadi dua kali lipat.

“Contohnya, kalau anak usia 1-3 tahun itu pemberian protein nabati cukup 1 porsi atau 1 penukar per hari. Tapi karena dia vegan, maka diberikan dua kali lipat lebih tinggi, misalnya semula satu potong jadi dua potong,” terang Rita.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa anak usia 6-11 bulan memiliki kebutuhan zat besi yang tinggi sehingga pada anak vegan perlu mengonsumsi pangan yang telah difortifikasi atau yang sudah ditambahkan mikronutrien ke dalam makanan agar kebutuhan gizi terpenuhi.

Zat besi dan vitamin B12 bersifat heme dan hanya terdapat pada jaringan hewan, tetapi pada hari ini hal tersebut dapat disiasati dengan makanan fortifikasi untuk para vegan.

“Hari ini kita tidak perlu khawatir karena sekarang makanan-makanan yang diolah dari kedelai atau kacang-kacangan seperti kacang merah itu sudah dibuat fortifikasi zat besi ke dalamnya,” ujar Rita.

Ia juga menegaskan siapapun yang ingin beralih ke pola makan berbasis nabati atau diet vegan, baik itu orang dewasa maupun anak-anak, perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli gizi dan nutrisi.

“Karena kami menemukan di lapangan, setelah kami periksa komposisi tubuh anak-anak dan remaja yang vegan, banyak dari mereka yang kadar protein dan massa ototnya rendah sekali. Kami menduga, ketika mereka hanya mengonsumsi pangan nabati saja, mereka belum mampu mencukupi seluruh asupan protein yang sudah digantikan dengan basis nabati,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seitan: Daging Palsu Alternatif Protein untuk Para Vegan

Seitan: Daging Palsu Alternatif Protein untuk Para Vegan

Your Say | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Mau Beralih ke Pola Makan Vegan? Begini Proses yang Akan Kamu Hadapi!

Mau Beralih ke Pola Makan Vegan? Begini Proses yang Akan Kamu Hadapi!

Health | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 11:01 WIB

Tak Pernah Makan Daging, Buaya yang Satu Ini Dikenal Vegetarian

Tak Pernah Makan Daging, Buaya yang Satu Ini Dikenal Vegetarian

Lifestyle | Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:23 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×