Purbaya Gunakan AI Buat Cegah Kebocoran Ekspor-Impor hingga Lacak Pajak Perusahaan

Dicky Prastya

Kamis, 10 September 2026 | 13:33 WIB
Purbaya Gunakan AI Buat Cegah Kebocoran Ekspor-Impor hingga Lacak Pajak Perusahaan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat medi briefing di RM Medan Baru, Sunter, Jakarta, Selasa (8/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan optimalisasi sistem INSW berbasis AI pada tahun 2026.
  • Teknologi kecerdasan buatan tersebut digunakan untuk mengintegrasikan data LNSW guna mengoptimalkan analisis perdagangan.
  • Pemerintah berhasil mendeteksi potensi penerimaan negara dan kewajiban pajak perusahaan dengan akurasi tinggi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan langkah optimalisasi sistem Indonesia National Single Window (INSW) pada 2026 lewat pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menkeu Purbaya menyebut teknologi AI INSW ini dipakai untuk mengolah dan melakukan analisis berbagai data yang tersimpan di Lembaga National Single Window (LNSW).

Ia menjelaskan, LNSW merupakan penyelenggara sistem INSW sehingga setiap pengajuan perizinan dalam rangka ekspor dan impor tentunya akan tersimpan di dalam sistem ini sangat besar. Namun sebelumnya data tersebut belum sepenuhnya terintegrasi sehingga proses analisis masih menghadapi sejumlah kendala.

"Sebelumnya kan kita sudah punya database di sini yang dikumpulkan di dalam sistem INSW," katanya, dikutip Kamis (10/9/2026).

Menurut Purbaya, pengolahan data secara manual akan menyulitkan pemerintah untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi dan perdagangan. Bahkan dengan program komputer sekalipun, analisis bisa menjadi kurang optimal apabila data belum terintegrasi dengan baik.

Oleh karenanya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupaya mengembangkan aplikasi dengan memanfaatkan AI. Teknologi tersebut akan membantu para analis membaca data dalam jumlah besar sekaligus mengidentifikasi potensi penerimaan negara yang selama ini mungkin belum terlihat.

"Jadi kita kembangkan di sini aplikasi menggunakan AI juga. Untuk membantu para analis kita melihat potensi pendapatan yang mungkin diperoleh dengan perbaikan sistem," beber dia.

Menkeu menegaskan bahwa penguatan sistem tidak berhenti pada pembuatan aplikasi. Pemerintah akan mengintegrasikan berbagai data yang tersedia di dalam sistem INSW sehingga informasi dapat digunakan secara lebih efektif untuk kebutuhan analisis dan pengawasan.

Ia memaparkan, keberadaan LNSW sebagai pengelola INSW dan penyelenggara sistem INSW selama ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat. Padahal, lembaga tersebut memiliki peran penting dan dinilai cukup kuat dalam membantu pemerintah melakukan analisis perdagangan dan penerimaan negara.

baca juga

"LNSW itu Lembaga National Single Window. Mungkin teman-teman jarang lihat, tapi ini cukup powerful dan membantu analisa kami," ujar dia.

Dengan integrasi tersebut, pemerintah berharap berbagai potensi pajak maupun penerimaan lain dapat terdeteksi sejak awal. Menkeu menyebut sistem yang dikembangkan tersebut telah menunjukkan hasil dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.

"Jadi segala potensi pajak, potensi juga yang bisa terdeteksi awal di sini. Memang hasilnya memang seperti itu. Jadi akurasi cukup tinggi," ungkapnya.

Dalam kesempaan ini, Menkeu juga memberikan arahan agar sistem tersebut dikembangkan lebih jauh. Salah satu targetnya adalah sistem mampu memperkirakan potensi pembayaran penerimaan negara yang seharusnya dilakukan setiap perusahaan.

Data tersebut nantinya dapat dibandingkan dengan dokumen terkait seperti Surat Pemberitahuan Tahunan, dokumen pembayaran royalti, dan sebagainya. Dengan demikian, Pemerintah bisa melihat apakah terdapat perbedaan antara potensi kewajiban pajak berdasarkan aktivitas ekonomi dengan kewajiban yang dilaporkan.

"Untuk betul-betul ke depan setiap perusahaan terdeteksi berapa potensi pembayaran kewajibannya yang kurang," ujar Menkeu.

Purbaya menambahkan, kemampuan melakukan analisis terhadap data beberapa tahun ke belakang juga penting. Dengan cara tersebut, pemerintah tidak hanya dapat melakukan pengawasan terhadap transaksi yang sedang berlangsung, tetapi juga melakukan tracking back terhadap aktivitas ekonomi sebelumnya.

"Kegiatan seperti ini kan bisa beberapa tahun ke belakang. Kalau setahun lalu kan bisa kelihatan semua. Ke depan nggak ada yang bisa main-main lagi" katanya.

Ia menegaskan bahwa pembenahan sistem tersebut bertujuan memperkuat pengawasan sekaligus memastikan potensi penerimaan negara tidak terlewat. Menkeu bahkan memberikan peringatan tegas bahwa pemerintah akan menggunakan data secara lebih terintegrasi untuk memantau aktivitas perusahaan.

"Jadi ke depan enggak ada yang bisa main-main lagi. Kita akan monitor itu dengan lebih teliti," tegasnya.

Lebih lanjut Purbaya mengatakan sistem tersebut akan terus disempurnakan. Ia menyebut para programmer yang terlibat memiliki kemampuan yang baik, tetapi kebutuhan pengguna (end user) tetap menjadi faktor penting dalam menentukan pengembangan aplikasi.

"Kita tetap sempurnakan terus. Yang tadi kan saya minta ini, mereka kan programmer jago. Tapi kan end-user yang menentukan. Saya yang memberikan ke mereka, saya minta ini, saya minta kayak tadi," jelasnya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan memanfaatkan seluruh data yang tersedia secara terintegrasi. Pengembangan sistem tersebut akan menggabungkan pemanfaatan AI dan big data untuk meningkatkan kemampuan analisis.

"Kita pakai semua data yang ada secara integrasi. Dengan memanfaatkan AI, big data," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebijakan Tax Holiday Resmi Berakhir

Kebijakan Tax Holiday Resmi Berakhir

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 10:32 WIB

NPU Mulai Turun Kelas, Axioo Bawa Laptop AI ke Harga Rp8 Jutaan

NPU Mulai Turun Kelas, Axioo Bawa Laptop AI ke Harga Rp8 Jutaan

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 10:17 WIB

Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama AI, Meutya Hafid: Kedaulatan Digital Tetap Prioritas

Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama AI, Meutya Hafid: Kedaulatan Digital Tetap Prioritas

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 09:23 WIB

Produk Lokal Tak Kalah Bagus dari Barang Impor, Mendag Sebut Masalahnya Pintar Jualan

Produk Lokal Tak Kalah Bagus dari Barang Impor, Mendag Sebut Masalahnya Pintar Jualan

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 07:13 WIB

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Health | Rabu, 09 September 2026 | 20:21 WIB

Huawei FreeBuds 7 Resmi Meluncur, Bawa Fitur ANC AI Baterai Tahan 42 Jam

Huawei FreeBuds 7 Resmi Meluncur, Bawa Fitur ANC AI Baterai Tahan 42 Jam

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 06:40 WIB

Terkini

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 09:38 WIB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:37 WIB

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

News | Minggu, 01 November 2026 | 09:35 WIB

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:30 WIB

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

×