Anak Vanessa Angel Selamat dari Kecelakaan, Ini Pola Asuh Si Kecil yang Ditinggal Orangtua

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Kamis, 04 November 2021 | 19:25 WIB
Anak Vanessa Angel Selamat dari Kecelakaan, Ini Pola Asuh Si Kecil yang Ditinggal Orangtua
Vanessa Angel. (Instagram @vanessaangelofficial)

Suara.com - Putra semata wayang Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah menjadi sorotan di tengah kabar duka kepergian orangtuanya akibat kecelakaan lalu lintas di Tol Jombang, Jawa Timur, Kamis (4/11/2021).

Bocah bernama Gala Sky Ardiansyah tersebut dikabarkan selamat dari maut dan foto mengenai kondisi putranya pun banyak beredar di media sosial. 

Salah satunya yang diunggah oleh pebisnis asal Surabaya Tom Liwafa di akun Instagramnya. Saat ini, kata dia Gala tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Nganjuk, Jawa Timur. 

Menurut lelaki yang dikenal sebagai Crazy Rich Surabaya tersebut, Gala sekarang didampingi oleh sang istri, karena pengasuh bocah berusia satu tahun tersebut harus dilarikan ke rumah sakit di Surabaya. 

"Sahabat semua, Gala memang mengalami luka memar di bagian mata, nanun Insya Allah kondisi baik dan sudah dalam keadaan sadar," tulisnya dalam Instagram Story. 

Vanessa Angel dan suami, Febri Ardiansyah [instagram]
Vanessa Angel dan suami, Febri Ardiansyah [instagram]

Kabar ini tentu disambut rasa syukur oleh keluarga, kerabat serta warganet. Namun, banyak yang bersimpati atas hal yang menimpanya. Meski belum sepenuhnya paham atas peristiwa yang baru saja ia lewati, kepergian orangtuanya tentu akan menjadi pengalaman yang traumatis.

Dilansir Parenting for Brain kematian orangtua tentu mempengaruhi kondisi mental dan psikologis seorang anak. Kesedihan dan rasa sakit bukanlah kompetisi. Dampak seumur hidup dari kehilangan orangtua di masa kanak-kanak tergantung pada hubungan orang tua-anak sebelum dan dukungan yang diterima anak setelah kematian. 

Kebanyakan orang beranggapan bahwa kehilangan orang tua di usia yang lebih muda adalah hal terberat karena kehilangan figur attachment adalah hal yang menyakitkan. 

Namun, jika anak memiliki sistem pendukung yang kuat untuk membantu mereka memproses kesedihan, mereka masih dapat mengembangkan keterikatan yang aman dan berkembang.

Kehilangan orangtua pada anak usia dini biasanya meningkatkan kemungkinan pengasuhan anak yang tidak memadai dan memperburuk status ekonomi keluarga.

Di beberapa keluarga, itu berarti meningkatnya tekanan bagi anak yang berduka untuk memikul tanggung jawab orang tua yang telah meninggal dan untuk mengasingkan diri dari teman-temannya. 

Di lain pihak, kematian orangtua akan mengakibatkan kesejahteraan psikososial anak yang buruk, perubahan perilaku, peningkatan stres dan gangguan tidur.

Efek psikologis dari kehilangan ibu atau ayah selama tahun-tahun pembentukan sangatlah signifikan. Anak-anak yang mengalami kehilangan orang tua berada pada risiko yang lebih tinggi untuk terhadap dampak negatif, termasuk masalah mental (misalnya, depresi, kecemasan, keluhan somatik, gejala stres pasca-trauma), sekolah yang lebih pendek, keberhasilan akademis yang kurang, harga diri yang lebih rendah dan lebih banyak perilaku berisiko seksual.

Mengingat efek jangka panjang negatif yang terkait dengan kematian orangtua, sangat penting untuk orang-orang di sekitarnya membantu anak-anak berduka dengan cara yang sehat. 

Lantas, bagaimana membantu dan mensukung anak yang berduka?
Family Bereavement Program (FBP) yang dikembangkan oleh Arizona State University (ASU) memabagikan strateginya.

1. Menormalkan proses berduka

Bagaimana kematian orangtua di masa kanak-kanak mempengaruhi seorang anak tergantung pada bagaimana orang dewasa berpengaruh di sekitar mereka bereaksi terhadap kesedihan mereka. 

Seorang anak yang kehilangan orang tua perlu mengetahui bahwa menunjukkan emosi dan berbicara tentang orang yang meninggal adalah hal yang dapat diterima. Menormalkan proses berduka itu penting. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk mengurangi kecemasan tentang masa depan.

Anak-anak boleh merasakan berbagai emosi setelah kematian orangtua mereka termasuk kemarahan dan rasa bersalah. Mereka perlu tahu bahwa kematian bukanlah kesalahan mereka. Juga normal bahwa anak mungkin berpikir mereka melihat atau bermimpi tentang orang tua mereka yang sudah meninggal. Mereka tidak harus melupakan orangtua yang meninggal.

2. Gunakan Pola asuh yang positif

Cukup sering, anak-anak dapat mengomunikasikan kesulitan mereka menyesuaikan diri dengan perubahan setelah kematian dengan berperilaku tidak baik. Dengan menggunakan pola asuh positif, orang dewasa menciptakan hubungan yang positif pula dan lingkungan yang memungkinkan komunikasi terbuka.

Orang dewasa yang mengasuh anak dengan mempraktikkan pola asuh positif akan selalu bersikap hangat dan suportif. Mereka menggunakan disiplin positif yang efektif dengan baik dan tegas. 

Pola asuh positif yang efektif dapat membantu penyesuaian diri anak setelah kematian orangtuanya. Ini mengurangi kemungkinan penyakit mental anak seperti gangguan depresi berat dan mendorong adaptasi yang lebih baik pada anak-anak yang berduka.

3. Kurangi paparan anak terhadap peristiwa kehidupan negatif

Peristiwa kehidupan negatif setelah kehilangan orangtua terkait dengan peningkatan masalah kesehatan mental anak. Misalnya, liburan bisa jadi sulit bagi keluarga yang berduka dalam dua tahun pertama, terutama anak-anak. 

Pengasuh dapat menggunakan keterampilan mendengarkan yang baik untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi anak-anak untuk membicarakan perasaan mereka tentang liburan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil yang Ditumpangi Vanessa Angel Ngebut Parah, Sopir Bakal Jadi Tersangka?

Mobil yang Ditumpangi Vanessa Angel Ngebut Parah, Sopir Bakal Jadi Tersangka?

Entertainment | Kamis, 04 November 2021 | 17:51 WIB

Dibawa ke RS Bhayangkara, Anak Vanessa Angel Lecet Kaki Tapi Ada Kondisi Tak Bisa Diungkap

Dibawa ke RS Bhayangkara, Anak Vanessa Angel Lecet Kaki Tapi Ada Kondisi Tak Bisa Diungkap

Jatim | Kamis, 04 November 2021 | 17:47 WIB

Vanessa Angel Suami Meninggal dalam Kecelakaan, Ini Cara Sampaikan Kabar Duka ke Anak

Vanessa Angel Suami Meninggal dalam Kecelakaan, Ini Cara Sampaikan Kabar Duka ke Anak

Health | Kamis, 04 November 2021 | 17:50 WIB

Terkini

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB