Sering Galau, Ngantuk, dan Lapar Saat Hujan Turun, Ternyata Ini Sebabnya

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Minggu, 14 November 2021 | 13:30 WIB
Sering Galau, Ngantuk, dan Lapar Saat Hujan Turun, Ternyata Ini Sebabnya
Ilustrasi hujan (Unsplash/Osman Rana)

Suara.com - Salah satu ciri khas akhir tahun bisa terlihat dari makin seringnya intensitas hujan. Tak jarang hujan bisa terjadi sepanjang hari dari pagi hingga malam. Jika sudah begitu, terkadang suasana hati ikut terbawa sendu, mudah lapar, atau mungkin juga jadi malas gerak alias mager.

Suasa hati seperti itu bukan hanya terjadi tiba-tiba akibat cuaca dingin selama hujan. Tapi sebenarnya juga ada peran sejumlah hormon dalam tubuh. 

Tubuh manusia terdiri dari berbagai macam hormon, zat yang diproduksi otak dan organ lain, seperti pankreas, kelenjar tiroid, juga alat reproduksi. Hormon berpengaruh terhadap sistem kerja organ tubuh. 

Jika jumlah zat tersebut tidak seimbang, maka manusia mengalami masalah kesehatan. Contoh, kelebihan hormon androgen pada perempuan dapat menyebabkan jerawat dan gangguan menstruasi.

Dikutip dari Ruang Guru, berikut berbagai peran hormon yang mempengaruhi perasaan manusia saat turun hujan. 

1. Perasaan sedih

Ilustrasi sedih (pixabay.com)
Ilustrasi sedih (pixabay.com)

Suasana hati manusia sangat dipengaruhi oleh kerja hormon serotonin. Banyaknya hormon serotonin akan menimbulkan perasaan bahagia. Sebaliknya, kadar serotonin yang rendah membuat seseorang merasa sedih hingga depresi.

Untuk meningkatkan hormon serotonin, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi asam amino. Hormon serotonin juga bisa diperoleh dari kegiatan olahraga serta paparan sinar matahari.

Akibat selama hujan sangat minim sinar matahari, kondisi itu bisa jadi salah satu penyebab perasaan galau muncul. Sinar matahari berperan dalam pembentukan vitamin D yang juga penting dalam produksi serotonin. 

baca juga

2. Perasaan ingin tidur selama hujan

Selain hormon serotonin, cahaya matahari juga mempengaruhi produksi hormon melatonin. Hormon tersebut yang menimbulkan rasa kantuk.

Hormon melatonin dihasilkan oleh otak dan area mata, serta berfungsi untuk mengatur siklus tidur manusia. Semakin tinggi kadar melatonin, semakin besar pula keinginan untuj terus rebahan di kasur. Sebaliknya, jika melatonin dalam tubuh menurun, maka kemungkinan tubuh akan terus terjaga.

Hormon melatonin diperoleh dari sinar matahari dan sumber cahaya lainnya. Ketika sinar matahari jatuh ke saraf mata, produksi hormon melatonin dalam tubuh menurun.

Kebiasaan begadang juga mempengaruhi hormon melatonin. Mata akan jadi terpapar cahaya terus-menerus, kemudian otak mengirim sinyal bahwa tubuh tidak butuh istirahat. 

3. Rasa lapar saat hujan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Pedagang Ayam  Situbondo Tengkurap di Atas Motor Dikira Tidur, Ternyata Tewas

Geger Pedagang Ayam Situbondo Tengkurap di Atas Motor Dikira Tidur, Ternyata Tewas

Malang | Minggu, 14 November 2021 | 12:54 WIB

Download YouTube MP3 Menjadi Lagu MP3 dan Didengarkan Offline, Coba 4 Cara Ini

Download YouTube MP3 Menjadi Lagu MP3 dan Didengarkan Offline, Coba 4 Cara Ini

Jatim | Minggu, 14 November 2021 | 12:53 WIB

Cal Crutchlow Tetap Berada di Yamaha Jadi Tes Rider, Ini Alasannya

Cal Crutchlow Tetap Berada di Yamaha Jadi Tes Rider, Ini Alasannya

Sport | Minggu, 14 November 2021 | 12:55 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×