Pakar Gizi IPB: Sejak Bayi, Manusia Sudah Mengecap Rasa Gurih dari ASI

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 18 November 2021 | 12:15 WIB
Pakar Gizi IPB: Sejak Bayi, Manusia Sudah Mengecap Rasa Gurih dari ASI
Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Fakta menarik diungkap pakar gizi Institut Pertanian Bogor (IPB),. ia mengatakan bahwa sejak bayi manusia sudah terpapar rasa gurih selaiknya MSG, berupa asam glutamat dari ASI.

Seperti diketahui, MSG identik dengan kemampuannya menghasilkan rasa gurih dalam masakan, dan nyatanya rasa gurih ini sudah ada di dalam ASI.

"Bayi itu sejak lahir pertama kali ada dua rasa yang dikecap bayi, yaitu rasa manis dan rasa gurih dari ASI, ada komponen yang menyebabkan rasa gurih, yaitu asam glutamat atau asam amino," ujar Prof. Ahmad Sulaeman, Guru Besar Keamanan dan Gizi Pangan Fakultas Ekologi Manusias (FEMA) IPB dalam event Ajinomoto Visitor Center beberapa waktu lalu.

Prof. Sulaeman mengatakan dari sekian banyak zat gizi yang terkandung dalam ASI, asam glutamat yakni asam amino jadi zat yang mendominasi dalam ASI.

Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

"Kandungan ini, sangat beda dengan air susu sapi rendah asam amino," ujarnya.

Adapun MSG, kata Prof. Sulaeman merupakan salah satu zat gizi yang terdiri dari asam glutamat tapi dikombinasikan dengan natrium (yang umumnya ada di garam), sehingga menimbulkan rasa gurih.

"Walaupun asupannya harus diturunkan tapi dia dibutuhkan oleh tubuh kita. Asam glutamat, natrium dan air tiga-tiganya merupakan zat gizi, dan bukan unsur kimia berbahaya," tutur Prof. Sulaeman.

Lebih lanjut, Prof. Sulaeman juga menilai MSG bisa menurunkan asupan konsumsi garam, seperti yang tengah digencarkan pemerintah membatasi asupan garam, gula, dan lemak (GGL).

Ini karena kandungan natrium di MSG lebih rendah daripada yang terkandung di garam.

"MSG itu dikaitkan tingginya asupan sodium dan natrium. Ternyata natrium di dalam garam atau NHCL, yang digunakan sebagai bumbu ini 40 persen atau 3 kali lebih tinggi dibanding MSG," pungkas Prof. Sulaeman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Baik Mana, Masak Pakai MSG atau Garam?

Lebih Baik Mana, Masak Pakai MSG atau Garam?

Lifestyle | Kamis, 18 November 2021 | 07:10 WIB

10 Resep Makanan Bayi 6 Bulan, Semua Yummy dan Bergizi Lho Bund...

10 Resep Makanan Bayi 6 Bulan, Semua Yummy dan Bergizi Lho Bund...

Bali | Senin, 15 November 2021 | 15:17 WIB

Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan? Jawabannya Mengejutkan

Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan? Jawabannya Mengejutkan

Sulsel | Jum'at, 12 November 2021 | 16:33 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB