Ibu Harus Tahu, Begini Cara Mencegah Masalah Puting Lecet Saat Menyusui

Risna Halidi

Kamis, 11 November 2021 | 14:25 WIB
Ibu Harus Tahu, Begini Cara Mencegah Masalah Puting Lecet Saat Menyusui
Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Air Susu Ibu atau ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi. Hal itu membuat Organisasi Kesehatan Dunia WHO sangat merekomendasikan bayi memperoleh ASI secara eksklusif, setidaknya hingga ia mereka berusia 6 bulan.

Dalam sebuah survei yang dilakukan Teman Bumil dan lembaga riset Populix mencatat, sebanyak 78 persen dari total 1.025 ibu yang mengikuti survei secara online memutuskan untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada buah hati mereka.

Hanya saja tak bisa dipungkiri jika momen menyusui kerap dihadapkan dengan berbagai drama mulai dari payudara bengkak, jumlah ASI yang sedikit hingga puting lecet.

Dikatakan oleh Dokter Ria Puspitasari, kondisi bentuk puting menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah menyusui. Namun, masih ada beberapa penyebab lain yang bisa menimbulkan masalah serupa, salah satunya posisi dan pelekatan bayi yang salah.

"Selama menyusui, seharusnya dada bayi menempel di dada ibu, perut bayi menempel ke perut ibu, lalu kepala bayi menghadap ke atas. Jika tidak seperti ini, berarti kurang tepat posisinya. Jadi, bayi juga tidak maksimal saat menyusu," jelasnya.

Imbas masalah tersebut, pengosongan payudara jadi tidak maksimal dan produksi ASI bisa saja menurun. Oleh karena itu, dr. Ria mengingatkan agar para ibu memerhatikan pelekatan mulut bayi selama menyusui, untuk mencegah terjadinya puting lecet dan luka, sekaligus bayi dapat menyusu maksimal.

Dikutip dari siaran pers Teman Bumil, ibu juga harus memastikan bayi memasukkan seluruh bagian puting dan areola ke dalam mulut, bukan hanya bagian puting saja.

Lebih lanjut, dr Ria mengatak bagaimana pada masa awal kelahiran, sistem pencernaan bayi belum bekerja secara maksimal layaknya orang dewasa. Jadi ASI dinilai sebagai sumber nutrisi paling aman dan dapat diterima oleh sistem pencernaan bayi.

Tak hanya itu, ASI juga mengandung imunoglobulin atau antibodi, yang dapat mencegah dan melindungi bayi dari berbagai risiko infeksi, seperti diare dan pneumonia.

baca juga

Selain bonding dengan bayi, pemberian ASI terutama ASI eksklusif, juga bisa membantu ibu menunda kehamilan atau kesuburan, mengurangi perdarahan setelah melahirkan, serta mencegah kanker payudara atau kanker ovarium.

"Kesuksesan menyusui juga didukung oleh keberhasilan IMD (Inisiasi Menyusu Dini), yang dilakukan ibu setelah persalinan. Adanya skin-to-skin contact antara bayi dan ibu selama proses IMD dapat membuat keduanya merasa nyaman. Kenyamanan ini akan merangsang pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin, yang berperan besar dalam melancarkan produksi ASI," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Hari Ayah 12 November di Indonesia yang Berbeda dari Negara Lain

Sejarah Hari Ayah 12 November di Indonesia yang Berbeda dari Negara Lain

News | Kamis, 11 November 2021 | 12:22 WIB

Rela Tidur di Lantai Kereta Demi Anak, Warganet: Pengorbanan Seorang Ibu

Rela Tidur di Lantai Kereta Demi Anak, Warganet: Pengorbanan Seorang Ibu

Tekno | Kamis, 11 November 2021 | 11:25 WIB

Gara-gara Ulahnya Bikin Kesal, Anak Dijebloskan Ibunya ke Penjara

Gara-gara Ulahnya Bikin Kesal, Anak Dijebloskan Ibunya ke Penjara

News | Kamis, 11 November 2021 | 11:05 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB