Mengenal Kanker Paru, Penyakit yang Merenggut Nyawa Legenda Bulutangkis Verawaty Fajrin

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 21 November 2021 | 13:44 WIB
Mengenal Kanker Paru, Penyakit yang Merenggut Nyawa Legenda Bulutangkis Verawaty Fajrin
Verawaty Fajrin. [Antara]

Suara.com - Indonesia kembali kehilangan salah satu legenda bulutangkis terbaik. Adalah Verawaty Fadjrin, pemain bulutangkis tunggal putri yang dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, pada Minggu (21/11) pukul 06.58 WIB.

Vera telah lama dikabarkan alami sakit kanker paru dan jalani perawatan selama beberapa waktu.

"Innaalillaahi wa inna ilaihi rojiun. PBSI dan keluarga besar bulu tangkis Indonesia turut berduka cita atas berpulangnya salah satu pahlawan bulu tangkis Indonesia, Verawaty Fadjrin. Almarhumah adalah pemain yang berjasa besar mengangkat prestasi bulu tangkis Indonesia di pentas dunia. Semoga arwahnya diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan " kata Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/11/2021).

Sederet prestasi telah dibukukan Vera semasa membela skuad Merah Putih. Pada tunggal putri, mantan atlet kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1957 itu menjuarai Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta.

Legenda bulutangkis Indonesia, Yuni Kartika (kanan) dan Verawati Fajrin. [Twitter@YuniKartika73]
Legenda bulutangkis Indonesia, Yuni Kartika (kanan) dan Verawaty Fajrin. [Twitter@YuniKartika73]

Ia juga pernah bermain sebagai ganda putri bersama Imelda Wigoena dan menjuarai turnamen All England 1979 setelah menekuk pasangan Jepang Atsuko Tokuda/Mikiko Takada. Mereka pun menjadi pasangan ganda putri kedua Indonesia yang sukses di All England setelah Minarni/Retno Kustiyah yang melakukannya pada 1968.

Bersama Imelda pula, Vera merebut emas SEA Games Manila 1981. Selain itu, medali emas Asian Games VIII tahun 1978 di Bangkok.

Untuk belajar dari yang dialami Vera, apa sebenarnya kanker paru tersebut?

Dikutip dari American Cancer Society, kanker paru-paru terjadi ketika sel-sel dalam organ paru mulai tumbuh di luar kendali. Biasanya mulai terjadi pada sel yang melapisi bronkus dan bagian paru-paru seperti bronkiolus atau alveoli.

Kanker paru-paru terbagi menjasi dua jenis, yakni Kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC) dan Kanker paru-paru sel kecil (SCLC).

baca juga

1. Kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC)

Sekitar 80 sampai 85 persen dari kasus kanker paru-paru termasuk jenis NSCLC. Subtipe utama NSCLC adalah adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel besar. Subtipe ini, yang dimulai dari berbagai jenis sel paru-paru dikelompokkan bersama sebagai NSCLC karena pengobatan dan prognosisnya seringkali serupa.

Jenis kanker paru-paru ini biasa dialami okeh orang yang punya kebiasaan merokok. Tetapi juga umum diidap orang yang tidak merokok.

Orang dengan jenis kanker paru adenokarsinoma, yang disebut adenokarsinoma in situ, cenderung memiliki gejala yang lebih baik daripada jenis kanker paru-paru lainnya.

Sementara kanker paru jenis Karsinoma sel skuamosa dimulai pada sel skuamosa, yaitu sel datar yang melapisi bagian dalam saluran udara di paru-paru. Penyakit itu sering menyebabkan kerusakan di bagian tengah paru-paru, dekat saluran udara utama (bronkus).

Selanjutnya, subtipe Karsinoma sel besar yang dapat muncul di bagian mana pun dari paru-paru. Jenis ini cenderung tumbuh dan menyebar dengan cepat, sehingga lebih sulit untuk diobati. Subtipe karsinoma sel besar, yang dikenal sebagai karsinoma neuroendokrin sel besar, adalah kanker yang tumbuh cepat yang sangat mirip dengan kanker paru-paru sel kecil.

2. Kanker paru-paru sel kecil (SCLC)

Sekitar 10 sampai 15 persen dari semua kanker paru-paru termasuk SCLC yang terkadang disebut kanker sel oat. Jenis kanker paru-paru ini cenderung tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada NSCLC. Sekitar 70 persen orang dengan SCLC sudah mengalami komplikasi saat baru didiagnosis.

Karena kanker tumbuh dengan cepat, jadi cenderung merespons dengan baik terhadap kemoterapi dan terapi radiasi. Namun, pada beberapa orang, kanker berisiko kambuh usai pengobatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Bagikan Kabar Duka: Legenda Bulu Tangkis Indonesia Meninggal Dunia

Presiden Jokowi Bagikan Kabar Duka: Legenda Bulu Tangkis Indonesia Meninggal Dunia

Jabar | Minggu, 21 November 2021 | 13:20 WIB

Verawaty Fadjrin Meninggal karena Kanker Paru-Paru, Kenali Faktor Risikonya!

Verawaty Fadjrin Meninggal karena Kanker Paru-Paru, Kenali Faktor Risikonya!

Health | Minggu, 21 November 2021 | 12:31 WIB

Erick Thohir Kenang Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Sebelum Wafat

Erick Thohir Kenang Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Sebelum Wafat

News | Minggu, 21 November 2021 | 11:28 WIB

Terkini

Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?

Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak Pinjol dan Judol: Harta Bukan Tujuan Hidup

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak Pinjol dan Judol: Harta Bukan Tujuan Hidup

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Beras Fortifikasi Palsu Beredar, Apa Dampaknya bagi Tubuh dan Seberapa Bahaya?

Beras Fortifikasi Palsu Beredar, Apa Dampaknya bagi Tubuh dan Seberapa Bahaya?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:28 WIB

Kursi DPRD Jakarta Berpeluang Nambah, Baleg DPR Beri Lampu Hijau Revisi UU DKJ

Kursi DPRD Jakarta Berpeluang Nambah, Baleg DPR Beri Lampu Hijau Revisi UU DKJ

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Masa Depan CR7 Dipertanyakan usai Ngambek Tinggalkan Kamp Latihan, Sinyal Segera Pensiun?

Masa Depan CR7 Dipertanyakan usai Ngambek Tinggalkan Kamp Latihan, Sinyal Segera Pensiun?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Cara Mengetahui Elemen Shio dari Tahun Lahir, Cek Angka Terakhirnya

Cara Mengetahui Elemen Shio dari Tahun Lahir, Cek Angka Terakhirnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Pagar Pamedan Pura Mangkunegaran Ambruk hingga Harus Disangga Bambu, Gegara Ditabrak Mobil

Pagar Pamedan Pura Mangkunegaran Ambruk hingga Harus Disangga Bambu, Gegara Ditabrak Mobil

Surakarta | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Hakim Minta Penjelasan Soal Penyetaraan Pendidikan Gibran: Biar Lebih Gampang Kami Istikharah

Hakim Minta Penjelasan Soal Penyetaraan Pendidikan Gibran: Biar Lebih Gampang Kami Istikharah

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Day Cream Facetology untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Sesuai Klaim

Day Cream Facetology untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Sesuai Klaim

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:10 WIB

×