Kemasan Pangan Berbahan BPA Tak Pernah Ganggu Kesehatan Bayi dan Janin

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Rabu, 24 November 2021 | 09:54 WIB
Kemasan Pangan Berbahan BPA Tak Pernah Ganggu Kesehatan Bayi dan Janin
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Dokter spesialis onkologi, Dr. Bajuadji SpB (K) Onk. MARS, mengaku belum pernah menangani pasien terkena kanker karena keracunan Bisphenol A (BPA) dari kemasan pangan. Menurutnya, mayoritas pasien kanker itu disebabkan faktor turunan, selebihnya dari faktor lingkungan yang disebabkan zat kimia, radiasi, sinar ultraviolet atau zat karsinogen misalnya zat pewarna, atau formalin yang ada pada makanan.

Hal ini dikemukakannya dalam sebuah webinar  bertajuk “Keamanan Menggunakan Air Galon Guna Ulang di Tengah Isu BPA”, Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Hal senada juga disampaikan dr. Alamsyah. Menurutnya, belum ada seorang ibu hamil yang janinnya terganggu kesehatannya hanya karena mengkonsumsi air galon guna ulang, yang kemasannya berbahan BPA.

Alamsyah menyebut, faktor utama yang mempengaruhi kesehatan janin itu adalah asupan gizi. Selain itu juga kebiasaan merokok, meminum alkohol, penyakit yang sudah diidap ibu terutama penyakit jantung, diabetes, dan keadaan trauma.

Belakangan ini, banyak pihak yang masih salah menafsirkan soal BPA. Zat kimia ini sering disamakan dengan bentuk polimernya yang ada dalam sebuah kemasan pangan.

Dalam bentuk monomernya, BPA memang merupakan zat berbahaya yang sama dengan zat kimia lainnya dalam garam, yang digunakan untuk makanan dan asetaldehida dalam kemasan yang terbuat dari bahan Polietilena Terepthalat (PET). Tapi bentuk polimernya dalam kemasan pangan, sudah ada kepastian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahwa bahan-bahan itu aman untuk digunakan.

Kepastian keamanan kemasan pangan yang terbuat dari BPA ini juga dibuktikan dari belum adanya laporan dari para konsumen ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) maupun dokter-dokter spesialis. Zat BPA disebutkan bisa mempengaruhi kesehatan bayi dan janin pada ibu hamil serta berisiko kanker.

Ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa BPA dalam kemasan pangan itu aman dikonsumsi dan belum pernah menjadi penyebab penyakit pada konsumen.

Pertama, pernyataan dari dokter spesialis anak dan kandungan yang mengaku, sejauh pengalaman prakteknya belum pernah menemukan adanya penyakit pasiennya yang disebabkan karena keracunan BPA dari kemasan pangan.

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP juga mengatakan, belum ada bukti air galon guna ulang menyebabkan penyakit kanker.

Begitu juga dengan dokter spesialis anak, Dr. dr. Farabi El Fouz, Sp.A, M.Kes. Menurutnya, selain aman untuk ibu hamil, penggunaan air galon guna ulang ini juga aman dikonsumsi anak-anak balita.

Kedua, YLKI juga mengakui belum pernah menerima pengaduan dari konsumen terkait bahaya penggunaan kemasan pangan berbahan BPA.

“Kalau untuk pengaduan khusus untuk wadahnya atau kemasannya, kami belum pernah menerima pengaduan dari konsumen hingga saat ini. Tapi kalau produknya, isinya, misalnya makanannya atau minumannya rusak, itu ada,” kata Koordinator Pengaduan dan Hukum YLKI, Sularsi.

Ketiga, pernyataan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) bahwa semua kemasan pangan yang sudah memiliki SNI aman untuk digunakan, seperti disampaikan Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal BSN, Wahyu Purbowasito. Menurutnya, produk yang sudah memiliki logo SNI sudah melalui pemeriksaan (audit), baik dari sisi kesesuaian produk terhadap SNI yang ada maupun konsistensinya, termasuk parameter yang melindungi konsumen dari bahaya akibat penggunaan produk tersebut.

“Bisa dipastikan, kemasan yang sudah ber-SNI itu aman untuk kesehatan,” katanya.

Keempat, penjelasan BPOM RI tentang kandungan BPA pada kemasan air galon guna ulang yang dirilis pada 29 Juni 2021. BPOM MENYATAKAN, kemasan ini aman digunakan karena migrasi BPA-nya jauh di bawah batas migrasi maksimal BPA, YAITU sebesar 0,6 bagian per juta (bpj, mg/kg) sesuai ketentuan dalam Peraturan Badan POM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan.

Dari fakta-fakta tersebut, jelas tidak ada yang menunjukkan bahwa kemasan pangan berbahan BPA itu telah menyebabkan kegelisahan di masyarakat atau konsumen. Artinya, bahan kemasan pangan itu masih aman untuk digunakan karena belum terbukti membahayakan kesehatan konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkah Ibu Hamil Donor Plasma dan Donor Darah? Ini Saran Ahli!

Bolehkah Ibu Hamil Donor Plasma dan Donor Darah? Ini Saran Ahli!

Health | Senin, 22 November 2021 | 10:21 WIB

Studi Baru: Ibu Hamil dengan Covid-19 Lebih Berisiko Meninggal saat Melahirkan

Studi Baru: Ibu Hamil dengan Covid-19 Lebih Berisiko Meninggal saat Melahirkan

Health | Minggu, 21 November 2021 | 07:03 WIB

Daftar Makanan untuk Ibu Hamil Muda, Wajib Diingat Semua Calon Ibu Baru

Daftar Makanan untuk Ibu Hamil Muda, Wajib Diingat Semua Calon Ibu Baru

Bali | Rabu, 17 November 2021 | 16:12 WIB

Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Ternyata Ada 3 Buah-buahan

Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Ternyata Ada 3 Buah-buahan

Bali | Rabu, 17 November 2021 | 15:59 WIB

Konsumsi yang Teratur, Daftar 5 Makanan untuk Ibu Hamil Sehat dan Bergizi

Konsumsi yang Teratur, Daftar 5 Makanan untuk Ibu Hamil Sehat dan Bergizi

Jogja | Rabu, 17 November 2021 | 15:15 WIB

Baik untuk Ibu Hamil, Ini 5 Makanan yang Mengandung Asam Folat

Baik untuk Ibu Hamil, Ini 5 Makanan yang Mengandung Asam Folat

Jogja | Senin, 15 November 2021 | 10:57 WIB

Terkini

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB