Array

Viral Cara Healing dengan Menghancurkan Barang, Awas Hanya Beri Rasa Lega Sementara

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Kamis, 25 November 2021 | 12:43 WIB
Viral Cara Healing dengan Menghancurkan Barang, Awas Hanya Beri Rasa Lega Sementara
Breakroom di Jakarta Utara. (Twitter/@pancasyah)

Suara.com - Belakangan sebuah video viral di TikTok dan Twitter, menunjukkan suatu tempat di kawasan Jakarta yang memfasilitasi seseorang menghancurkan barang untuk melepas stres maupun kemarahan.

Dengan tarif mulai dari Rp 100 ribu per orang selama 20 menit, disediakan ruang privat lengkap dengan pelindung badan serta berbagai benda yang bisa dihancurkan.

Sebenarnya, fasilitas seperti ini bukanlah ide yang baru. Di luar negeri dikenal dengan nama anger room (ruang kemarahan).

Namun demikian, benarkah menghancurkan barang bisa membantu untuk penyembuhan batin alias 'healing' dari stres maupun marah?

Menghancurkan barang mungkin nampak menyenangkan, tetapi melakukannya mungkin tidak membantu Anda mengatasi kemarahan dengan cara yang sehat.

Breakroom di Jakarta Utara. (Twitter/@pancasyah)
Breakroom di Jakarta Utara. (Twitter/@pancasyah)

Dilansir dari Cleveland Clinic, mengekspresikan kemarahan itu perlu sebab kemarahan yang ditekan dapat menghasilkan segala macam masalah.

Kata psikolog klinis Scott Bea, PsyD, kemarahan yang dipendam dapat berkontribusi pada gejala fisiologis atau gejala psikologis seperti kecemasan.

Namun di sisi lain, cara seseorang mengelola kemarahan itu penting. Melepaskan perasaan marah dengan menghancurkan barang kemungkinan besar tidak membuat banyak perbedaan dalam jangka panjang.

"Mungkin ada pelepasan emosi yang terpendam pada saat-saat itu, tapi saya pikir itu mungkin berumur pendek," kata Scott. Menghancurkan hal-hal mungkin memberi Anda kelegaan jangka pendek, tetapi itu tidak akan banyak membantu Anda memecahkan masalah kemarahan kronis, jelasnya.

Baca Juga: Teknik Pernapasan Dalam Dapat Meredakan Kecemasan, Stres, hingga Nyeri Kronis

Breakroom di Jakarta Utara. (Twitter/@pancasyah)
Breakroom di Jakarta Utara. (Twitter/@pancasyah)

Ruang kemarahan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya bagi sebagian orang.

Ruang kemarahan kemungkinan hanya akan memperkuat cara-cara negatif untuk mengatasi emosi, kata Dr. Bea.

"Tantangan yang jauh lebih besar adalah mempelajari cara yang lebih tepat untuk memperhatikan dan mengekspresikan kemarahan. Penting bagi orang-orang untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka dan mempelajari berbagai cara untuk bereaksi," jelasnya.

Sehingga, menghancurkan barang di ruang kemarahan mungkin dapat mengusir perasaan buruk untuk sementara, tapi tidak mengatasi penyebab utama kemarahan. Di sisi lain, juga tidak membantu orang belajar cara yang lebih sehat untuk mengelola emosi mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI