Survei MMB: 2 dari 5 Karyawan Indonesia Stres Karena Kerjaan

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 25 November 2021 | 12:35 WIB
Survei MMB: 2 dari 5 Karyawan Indonesia Stres Karena Kerjaan
Ilustrasi stres. [Unsplash]

Suara.com - Tingkat stres karyawan di Indonesia meningkat selama pandemi Covid-19. Meski begitu, secara global, angka stres di Indonesia masih lebih rendah dibanding negara lain di Asia dan dunia. 

Survei Mercer Marsh Benefit (MMB) menemukan, 2 dari 5 karyawan di Indonesia alami stres akibat pekerjaan selama pandemi.

"Ada 2 dari 5 karyawan atau 37 persen mengalami stres. Ini meningkat dibandingkan sebekumnya, meskipun masih lebih kecil dibandingkan Asia dan global."

"Mungkin ini menunjukkan kalau mental orang di Indonesia lebih kuat," kata Senior vice president MMB Wulan Gallacher dalam konferensi pers Pemaparan hasil survei Health on Demand Indonesia 2021, Kamis (25/11/2021). 

Wulan menambahkan, rata-rata tingkat stres karyawan di Asia mencapai 51 persen, berbeda sedikit dari tingkat dunia yang angkanya 50 persen.

Gangguan finansial akibat pekerjaan yang terganggu selama pandemi Covid-19 dianggap menjadi pemicu utama kaeyawan Indonesia mengalami stres.

Di sisi lain, terkait akses terhadap kesehatan mental bagi karyawan di Indonesia juga belum merata.

Hasil survei menemukan, baru 56 persen karyawan yang memiliki akses ke tunjangan kesehatan mental di tempat kerja.

"Hal itu membuat mereka lebih kecil kemungkinannya untuk meninggalkan perusahaan, jika dibandingkan dengan sebanyak 39 persen yang tidak memiliki akses," katanya.

baca juga

Selama terjadi pandemi, sebagian karyawan juga merasa kurang diperhatikan kesehatannya oleh perusahaan. Kesejahteraan kesehatan, baik secara materi maupun bukan, baru terasa saat karyawan benar-benar sudah sakit.

Wulan mengatakan, fenomena tersebut rata terjadi di banyak negara.

"Banyak karyawan di seluruh dunia merasa kurang diperhatikan dan secara keseluruhan di Indonesia 61 persen karyawan di Indonesia merasa di diperhatikan (perusahaan). Angka itu bisa dibilang turun dibandingkan 2019 yang hasilnya 68 persen," kata Wulan. 

Meski turun, Wulan mengatakan, angka tersebut masih lebih besar dibandingkan dengan tibgkat global maupun Asia. Di mana secara global hanya 46 persen karyawan yang merasa diperhatikan oleh kantornya dan di Asia sebanyak 48 persen.

Survei tersebut dilakukan secara global di 13 negara, baik berkembang maupun negara maju. Jumlah responden mencapai 14 ribu karyawan di dunia.

Sebanyak 1.007 responden di antaranya karyawan di Indonesia yang berusia 18 sampai 64 tahun dengan tingkat pendidikan dari SMA sampai dengan S3.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BI Provinsi Bali : PPKM Ibarat Pil Pahit Yang Menyembuhkan

Kepala BI Provinsi Bali : PPKM Ibarat Pil Pahit Yang Menyembuhkan

Bali | Kamis, 25 November 2021 | 11:23 WIB

Mindfulness: Usaha Menuju Hidup yang Lebih Damai

Mindfulness: Usaha Menuju Hidup yang Lebih Damai

Your Say | Kamis, 25 November 2021 | 10:29 WIB

Hari Guru Nasional, Nadiem Akui Banyak Guru Menangis dan Sulit Cari Makan di Masa Pandemi

Hari Guru Nasional, Nadiem Akui Banyak Guru Menangis dan Sulit Cari Makan di Masa Pandemi

News | Kamis, 25 November 2021 | 09:49 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×