Mengapa Kita Justru Mendengarkan Lagu Sedih saat Merasa Sedih? Ini Alasannya

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 01 Desember 2021 | 13:03 WIB
Mengapa Kita Justru Mendengarkan Lagu Sedih saat Merasa Sedih? Ini Alasannya
Ilustrasi mendengarkan lagu galau saat sedih. (Shutterstock)

Suara.com - Saat suasana hati sedang kacau dan galau, banyak yang memilih untuk memutar lagu sedih dengan melodi mendayu-dayu. Apakah Anda juga melakukannya?

Sepintas, mendengarkan lagu yang upbeat dan ceria sepertinya lebih logis dilakukan saat kesedihan melanda. Namun, mengapa seseorang justru memilih menggandakan kesedihan dengan mendengarkan lagu sedih?

Ahli kesehatan mental mungkin punya jawabannya.

"Mendengarkan musik yang membangkitkan respons emosional adalah katarsis," kata Arianna Galligher, direktur asosiasi STAR Trauma Recovery Center di Ohio State University Wexner Medical Center, dikutip dari Everyday Health.

"Ini membantu kita mengakses dan bergerak melalui emosi yang bisa jadi sulit atau menyakitkan, dengan cara yang berisiko rendah, disengaja, dan terbatas waktu," jelasnya.

Sebab lagu sedih dapat memberi orang cara yang dapat diterima secara sosial untuk mengeksplorasi emosi sulit yang telah mereka hindari atau simpan untuk diri mereka sendiri, katanya.

perempuan mendengarkan musik (Pixbay/foundry)
perempuan mendengarkan musik (Pixbay/foundry)

"Kenyataannya adalah menghindari emosi tidak membuat emosi itu hilang, dan kita semua membutuhkan dan pantas mendapatkan pelampiasan. … Musik sedih juga dapat memperkuat bahwa seseorang tidak sendirian dalam pengalamannya," ujar Galligher.

Di sisi lain, mendengarkan lagu sedih saat mengalami kesedihan justru membuat seseorang lebih lega setelahnya. Hal ini diunggkap dalam penelitian di jurnal PLOS ONE.

Sebuah studi pada 2016 menyoroti apa yang terjadi di dalam otak kita ketika kita mencocokkan musik dengan perasaan kita. Ilmuwan berpikir musik melankolis terkait dengan hormon prolaktin, zat kimia yang membantu membatasi kesedihan.

Pada tingkat biologis, musik sedih terkait dengan hormon prolaktin yang berhubungan dengan menangis dan membantu untuk mengekang kesedihan. Musik sedih menipu otak untuk melibatkan respons kompensasi yang normal dengan melepaskan prolaktin. Sehingga prolaktin menghasilkan perasaan tenang untuk melawan rasa sakit mental.

Tak cuma saat mengalami kesedihan, banyak orang juga suka mendengarkan lagu sedih saat suasana hatinya baik-baik saja.

Matthew E. Sachs, PhD, adalah peneliti ilmu saraf dan psikologi di Universitas Columbia di New York City mengatakan bahwa musik membangkitkan tanggapan yang berbeda pada orang yang berbeda pada waktu yang berbeda.

"Terkadang musik sedih membantu kita menembus perasaan mati rasa dengan memunculkan emosi yang kuat itu," jelasnya. Terkadang kesedihan yang ditimbulkan oleh musik dapat membantu orang berhubungan dengan pemikiran yang lebih jernih dan lebih rasional karena membuat mereka merasa reflektif tanpa adanya peristiwa tragis di kehidupan nyata, tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orangtua Perlu Tahu, Begini Tanda Anak Stres Hingga Alami Gangguan Kesehatan Mental

Orangtua Perlu Tahu, Begini Tanda Anak Stres Hingga Alami Gangguan Kesehatan Mental

Health | Senin, 29 November 2021 | 08:10 WIB

Viral Polantas Bripka Angga Diserang Pakai Sajam, Emosi Anak Ditilang

Viral Polantas Bripka Angga Diserang Pakai Sajam, Emosi Anak Ditilang

Sumsel | Jum'at, 26 November 2021 | 08:07 WIB

5 Cara Menyikapi Pasangan yang Mudah Marah, Salah Satunya Jangan Ikut Marah!

5 Cara Menyikapi Pasangan yang Mudah Marah, Salah Satunya Jangan Ikut Marah!

Your Say | Kamis, 25 November 2021 | 18:31 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB