Label BPA Galon Tuai Pro-Kontra, Peneliti: Risikonya Sudah Dibahas dari Tahun 1990-an

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:50 WIB
Label BPA Galon Tuai Pro-Kontra, Peneliti: Risikonya Sudah Dibahas dari Tahun 1990-an
Air minum isu ulang / air galon. (Shutterstock)

Suara.com - Rencana pelabelan risiko bisfenol-A (BPA) pada galon hingga hari ini masih menuai pro dan kontra. Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan, organisasi lobi industri AMDK, termasuk yang gencar menolak pelabelan. Alasannya masyarakat dianggap bakal menjauhi galon guna ulang karena alasan kesehatan.

"Ini sama saja vonis mati," kata Ketua Asosiasi, Rakhmat Hidayat, belum lama ini.

Menanggapi hal tersebut, Public campaigner FMCG Insights, sebuah lembaga riset produk konsumen berbasis Jakarta, dalam keterangannya mengatakan bahwa keresahan industri AMDK atas rencana Badan Pengawasan Obat dan Makanan mudah dimengerti.

"Ini mengingat dominasi pasar dan fakta umumnya galon berbahan polikarbonat, jenis plastik yang pembuatannya menggunakan BPA," kata Achmad Haris.

Air minum isu ulang / air galon. (Shutterstock)
Air minum isu ulang / air galon. (Shutterstock)

Achmad mengatakan bahwa risiko BPA sudah jadi percakapan industri sejak awal 90'an. Pemicunya adalah berbagai penelitian yang menunjukkan BPA, dalam level tertentu, bisa memicu risiko kesehatan yang serius.

Inilah yang mengawali pengawasan rutin migrasi dan paparan BPA di sejumlah negara. Di Indonesia, BPOM pada 2019 menetapkan batas migrasi BPA maksimal 0,6 bpj (600 mikrogram/kg) untuk kemasan polikarbonat.

"Hasil pengawasan BPOM selama lima tahun berturut-turut menunjukkan galon polikarbonat dan tutupnya aman," kata Achmad merujuk pernyataan resmi lembaga pada Januari 2021 yang menyebut migrasi BPA masih di level aman, yakni lebih kecil dari 0.01 bpj (10 mikrogram/kg).

"Bertahun-tahun industri ADMK meyakinkan publik dengan data hasil uji BPOM itu," katanya. "Ironisnya, saat lembaga ingin risiko BPA tertera pada label kemasan, industri menolaknya seolah hal asing."

Mayoritas galon guna ulang di pasaran berbahan plastik polikarbonat -- mudah dikenali dari Kode Daur Ulang 7 di dasar galon. Hanya sebagian kecil galon air minum yang menggunakan Polietilen Tereftalat (PET), jenis plastik bebas BPA dengan Kode Daur Ulang 1.

baca juga

Peneliti Balai Teknologi Polimer, Candra Liza, menilai pelabelan BPA penting untuk perlindungan kesehatan publik. "Bila BPOM sampai jadi merevisi ambang batas migrasi BPA, (tentunya) akan sangat positif," katanya mengharapkan publikasi luas rencana pelabelan, termasuk kajian dampak kebijakan pada industri AMDK.

Kendati, dia bilang policy BPOM sejatinya sudah sejalan dengan ketentuan internasional. “Sebenarnya negara kita sangat peduli dan mengikuti perkembangan BPA," katanya menyebut batas migrasi BPA yang diadopsi Indonesia sama dengan di Korea Selatan dan China.

Chandra juga bilang belum ada bahan campuran plastik yang seefektif BPA. Kalaupun ada pengganti dari bahan sejenis, dia syak kemampuannya bisa menyamai karakteristik akhir plastik berbahan BPA yang mudah dibentuk, tahan panas, dan awet.

“Sebagai peneliti polimer, saya masih percaya penggunaan BPA belum bisa tergantikan,” katanya.

Sementara itu, peneliti dari Laboratorium Kimia Anorganik Universitas Indonesia, Agustino Zulys, berpendapat label kemasan AMDK belum memuat informasi spesifik terkait risiko penggunaan kemasan plastik.

Dia mencontohkan galon guna ulang belum menyertakan informasi usia pakai atau batas kadaluwarsa. "Padahal informasi itu sangat penting dan semestinya itu tertera jelas," katanya menyebut perlunya pula ada pengawasan untuk mencegah galon kadaluwarsa beredar di pasaran.
Achmad Haris berharap serupa.

"FMCG Insights mendukung penyelarasan kebijakan pelabelan kemasan AMDK agar publik mendapat informasi akurat," katanya.

Dalam rancangan BPOM, produsen diizinkan memasang label “Bebas BPA” untuk produk

AMDK dengan kemasan plastik selain Polikarbonat, termasuk Polipropilena (PP) atau PET.

Sementara label peringatan “Mengandung BPA” diwajibkan untuk galon polikarbonat -- kecuali produsen mampu membuktikan sebaliknya.

"Redaksi pelabelan itu sudah cukup bersahabat untuk industri AMDK," kata Achmad membandingkan dengan negara bagian California, Amerika Serikat, yang pada 2015 memasukkan BPA dalam daftar 65 senyawa kimia pemicu kanker dan kerusakan organ reproduksi wanita dan mewajibkan produsen mencantumkan label "Warning" (peringatan bahaya) pada semua kemasan pangan berbahan polikarbonat.

Di Amerika, tercatat 10 negara bagian mengadopsi kebijakan pelabelan BPA meski US Food and Drug Administration, semacam BPOM di Indonesia, pada 2008 menetapkan produk yang mengandung BPA aman digunakan. Pilihan pelabelan itu mengacu pada sejumlah penelitian mutakhir terkait efek BPA pada janin, anak dan ibu hamil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengunyah Permen Karet Memang Bermanfaat, tapi Hati-Hati Memilih Jenisnya!

Mengunyah Permen Karet Memang Bermanfaat, tapi Hati-Hati Memilih Jenisnya!

Health | Minggu, 12 Desember 2021 | 17:16 WIB

6 Cara Mengatasi Sulit Tidur, Agar Tidak Berakibat Buruk bagi Kesehatan

6 Cara Mengatasi Sulit Tidur, Agar Tidak Berakibat Buruk bagi Kesehatan

Your Say | Minggu, 12 Desember 2021 | 17:15 WIB

5 Manfaat Tidur Siang bagi Orang Dewasa, Cukup 15 sampai 20 Menit Saja

5 Manfaat Tidur Siang bagi Orang Dewasa, Cukup 15 sampai 20 Menit Saja

Your Say | Minggu, 12 Desember 2021 | 16:15 WIB

Terkini

Berprestasi, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Berprestasi, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 08:39 WIB

Polemik Pembentukan Korps Kadet untuk Pelajar, Akademisi: Rawan Kepentingan Elektoral

Polemik Pembentukan Korps Kadet untuk Pelajar, Akademisi: Rawan Kepentingan Elektoral

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:38 WIB

Sinopsis Dead-End Job: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Mengerikan

Sinopsis Dead-End Job: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Mengerikan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB

Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Meutya Dorong RI Jadi Hub AI ASEAN

Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Meutya Dorong RI Jadi Hub AI ASEAN

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB

Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura Tanpa Pemain Lokal, John Herdman Beri Jawaban Tegas

Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura Tanpa Pemain Lokal, John Herdman Beri Jawaban Tegas

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 08:28 WIB

Jejak Karier Guruh Soekarnoputra, Maestro Seni yang Juga Berkiprah di Dunia Politik

Jejak Karier Guruh Soekarnoputra, Maestro Seni yang Juga Berkiprah di Dunia Politik

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 08:25 WIB

Review Lagu 'Patient Zero' Taylor Swift: Pesan Menohok Buat Kamu yang Terjebak Hubungan Manipulatif

Review Lagu 'Patient Zero' Taylor Swift: Pesan Menohok Buat Kamu yang Terjebak Hubungan Manipulatif

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:20 WIB

Di Tengah Heboh Lapas Cibinong, Napi Narkoba Pekanbaru Kabur Belum Ditangkap

Di Tengah Heboh Lapas Cibinong, Napi Narkoba Pekanbaru Kabur Belum Ditangkap

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

PDIP: Guruh Soekarnoputra Sosok Marhaenis dan Pejuang Partai

PDIP: Guruh Soekarnoputra Sosok Marhaenis dan Pejuang Partai

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:17 WIB

Promo Belanja di SOGO dari BRI Khusus Oktober 2026

Promo Belanja di SOGO dari BRI Khusus Oktober 2026

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 08:16 WIB

×