Egois Banget, Lelaki Ini 10 Kali Disuntik Vaksin Covid-19 Dalam Satu Hari

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 13 Desember 2021 | 07:05 WIB
Egois Banget, Lelaki Ini 10 Kali Disuntik Vaksin Covid-19 Dalam Satu Hari
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Seorang lelaki yang divaksinasi Covid-19 hingga 10 kali dalam satu hari atas nama orang lain disebut "sangat egois" dan memicu penyelidikan.

Astrid Koornneef, manajer grup operasi untuk program vaksin dan imunisasi Covid-19 di Selandia Baru, mengatakan Kementerian Kesehatan negara itu menyadari masalah ini dan menangani masalah ini dengan sangat serius.

"Kami sangat prihatin dengan situasi ini dan bekerja sama dengan lembaga yang sesuai," katanya, menurut New Zealand Herald.

Ahli vaksin dan profesor Helen Petousis-Harris menyebut perilaku itu "sangat egois" dan mengambil keuntungan dari seseorang yang membutuhkan uang.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Itu bisa menyebabkan bahaya serius dari orang-orang yang tidak divaksinasi, dan menyebarkan virus, katanya.

Prof Petousis-Harris mengatakan lelaki yang menggunakan beberapa dosis vaksin Covid-19 tidak mungkin mengalami bahaya serius, tetapi kemungkinan akan merasa tidak enak pada hari berikutnya dari respons kekebalan umum.

“Kami tahu bahwa orang-orang telah salah diberikan lima dosis penuh dalam botol bukannya diencerkan, kami tahu itu terjadi di luar negeri, dan kami tahu dengan kesalahan vaksin lain telah terjadi dan tidak ada masalah jangka panjang,” dia berkata.

Tetapi Prof Petousis-Harris mengatakan menerima beberapa dosis vaksin Covid-19 tidak ideal. Ia mengatakan ketika orang diberi dosis yang lebih tinggi, mereka mengalami lebih banyak demam, nyeri, dan sakit kepala.

Diyakini lelaki itu, yang diketahui telah mengunjungi beberapa pusat vaksinasi, dibayar untuk suntikan tersebut, menurut Stuff.

Baca Juga: 178.021 Warga Pasaman Barat Telah Divaksin Covid-19

Ms Koornneef mengatakan orang yang memiliki dosis vaksin lebih dari yang direkomendasikan harus mencari saran klinis sesegera mungkin.

“Menganggap identitas orang lain dan menerima perawatan medis berbahaya. Hal ini membahayakan orang yang menerima vaksinasi dengan identitas yang diasumsikan dan orang yang catatan kesehatannya akan menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi padahal belum.

“Memiliki status vaksinasi yang tidak akurat tidak hanya membuat Anda berisiko, tetapi juga membahayakan teman, whnau, dan komunitas Anda, serta tim kesehatan yang merawat Anda sekarang di masa depan.

“Praktisi medis beroperasi di lingkungan dengan kepercayaan tinggi dan mengandalkan orang-orang untuk bertindak dengan itikad baik untuk membagikan informasi secara akurat guna membantu perawatan mereka,” katanya.

Terlebih lagi, kata Koornneef, jika seseorang menerima vaksinasi dengan asumsi identitas, catatan kesehatan pribadi mereka tidak akan mencerminkan bahwa mereka telah divaksinasi. Hal ini dapat mempengaruhi bagaimana kesehatan mereka dikelola di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI