Benarkah Masa Inkubasi Varian Omicron Lebih Singkat dari Varian Delta?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 21 Desember 2021 | 08:36 WIB
Benarkah Masa Inkubasi Varian Omicron Lebih Singkat dari Varian Delta?
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Varian Omicron sudah menyebar cukup luas di sejumlah negara. Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran, sehingga para ahli menyarankan semua orang memperketat protokol kesehatan.

Seperti yang kita tahu sebelumnya, gejala umum virus corona Covid-19 termasuk demam, kelelahan, batuk terus-menerus, kehilangan indra penciuman dan perasa. Tapi, para ahli mengatakan varian Omicron menimbulkan gejala yang berbeda.

Dr Angelique Coetzee, Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan sekaligus orang pertama yang menemukan varian Omicron mengatakan bahwa varian virus corona ini hanya menyebabkan infeksi ringan.

Mereka yang terinfeksi varian Omicron hanya mengeluhkan demam yang sembuh sendiri, tenggorokan gatal dan badan pegal-pegal.

Dalam pembaruan lain oleh Departemen Kesehatan Afrika Selatan, dokter umum Unben Pillay mengatakan bahwa keringat malam bisa menjadi gejala varian Omicron yang muncul di malam hari. Gejala ini bisa disertai dengan tanda-tanda lainnya, seperti nyeri di sejumlah bagian tubuh.

Ilustrasi Virus Corona, Varian Omicron. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona, Varian Omicron. (Pixabay)

Namun, banyak orang mungkin bertanya-tanya berapa lama gejala varian Omicron ini muncul dan perbedaannya dengan varian virus corona lainnya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilansir dari Times of India, rata-rata dibutuhkan 5 hingga 6 hari sejak seseorang terinfeksi virus corona Covid-19 untuk menunjukkan gejala. Tapi, ada kemungkinan gejala muncul hingga 14 hari.

Pada kasus varian Omicron yang terdeteksi di banyak negara dalam waktu singkat ini, gejalanya dianggap sedikit tidak konvensional.

Sementara ini, penelitian mengenai varian Omicron masih terus berlangsung. Tapi, para ahli percaya bahwa gejala varian Omicron bisa muncul lebih cepat dibandingkan varian virus corona lainnya.

Menurut Sekretaris Kesehatan Inggris, Sajid Javid, analisis terbaru dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris menunjukkan bahwa jendela antara infeksi dan penularan varian Omicron mungkin lebih pendek dibandingkan varian Delta.

Selain itu, kemungkinan masa inkubasi varian Omicron juga lebih pendek dibandingkan lainnya sehingga membuat tingkat transmisinya lebih tinggi.

Seseorang yang terinfeksi virus corona bisa menularkan virusnya ke orang lain sekitar 2 hari sebelum timbulnya gejala hingga 10 hari setelahnya. Artinya, seseorang bisa menginfeksi orang lain selama jendela infeksi ini.

Jika Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi virus corona, pastikan Anda melakukan karantina diri sendiri dan melakukan tes untuk hal yang sama.

Jika Anda positif terkena virus, isolasi diri Anda dan pantau gejalanya. Anda bisa mewaspadai gejala infeksi sudah parah, bila Anda mengalami sesak napas, nyeri dada, kesulitan bernapas atau kekurangan oksigen. Maka, segera cari bantuan medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi: Orang Sudah Disuntik Booster Covid-19 Tetap Bisa Kena Varian Omicron

Menkes Budi: Orang Sudah Disuntik Booster Covid-19 Tetap Bisa Kena Varian Omicron

News | Selasa, 21 Desember 2021 | 05:47 WIB

Menkes Budi Soroti Kecepatan Penularan Omicron Naik 8 Kali Lipat Dalam Sepekan

Menkes Budi Soroti Kecepatan Penularan Omicron Naik 8 Kali Lipat Dalam Sepekan

News | Senin, 20 Desember 2021 | 17:51 WIB

Menkes Pastikan Kasus Omicron Pertama Indonesia Tertular WNI Dari Nigeria

Menkes Pastikan Kasus Omicron Pertama Indonesia Tertular WNI Dari Nigeria

News | Senin, 20 Desember 2021 | 17:40 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB