Jakarta Akui Layanan Gawat Darurat di Ibukota Belum Ideal

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 26 Desember 2021 | 21:35 WIB
Jakarta Akui Layanan Gawat Darurat di Ibukota Belum Ideal
Ilustrasilayanan medis untuk pasien dengan kondisi gawat darurat. (Shutterstock)

Suara.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat bahwa Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di Jakarta masih buruk. Salah satunya terlihat pada tingkat angka kematian di IGD dalam waktu kurang dari 24 jam yang masih tinggi.

"Yakni 12,2 per seribu termasuk angka death on arrival," kata Kepala UPT Gawat Darurat DKI Jakarta Dr. Winarto, MARS., dalam webinar Emergency Codes In Pandemic Era, Minggu (26/12/2021).

Winarto menjelaskan bahwa SPGDT merupakan suatu mekanisme pelayanan korban atau pasien gawat darurat yang terintegrasi dan berbasis call center melalui telekomunikasi 119.

Namun yang terjadi saat ini, diakuinya kalau masyarakat masih kesulitan untuk mengakses nomor 119, terutama selama pasca pandemi Covid-19.

"Hal ini terjadi karena memang loading, pertama pada saat load, akses permintaan untuk 119 yang cukup meningkat. Ditambah mungkin kalau bapak dan ibu mencoba menghubungi 119 karena nanti terkendala dengan ekstensi, nggak langsung kepada akses kegawatdaruratan," paparnya.

Padahal tujuan dari SPGDT adalah meningkatkan akses dan mutu pelayanan kegawatdaruratan juga mempercepat waktu penanganan korban atau pasien gawat darurat dan menurunkan angka kematian serta kecacatan.

Hambatan lainnya juga terkait pelayanan mobil ambulans. Winarto mengungkapkan bahwa waktu layanan ambulance di Jakarta rata-rata belum ideal. Karena masih banyak yang kedatangannya lebih dari 1 jam.

"Dan belum layanannya oleh tenaga kompeten seperti dokter dan perawat terlatih," tambahnya.

Fakta lainnya, terdapat 3 besar penyebab kematian dan kecacatan di IGD. Yakni, akibat stroke, kecelakaan lalu lintas, dan serangan jantung. Sayangnya, saat ini banyak rumah sakit di Jakarta juga belun saling terintegrasi dalam memberi pelayanan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

20.043 Anak di Sumut Telah Menerima Vaksin Covid-19

20.043 Anak di Sumut Telah Menerima Vaksin Covid-19

Sumut | Jum'at, 24 Desember 2021 | 12:56 WIB

Vaksinasi Dosis Ketiga di Balikpapan, DKK Akui Siap Jika Ada Instruksi Pemerintah

Vaksinasi Dosis Ketiga di Balikpapan, DKK Akui Siap Jika Ada Instruksi Pemerintah

Kaltim | Rabu, 22 Desember 2021 | 19:13 WIB

Capaian Vaksin Covid-19 di Balikpapan, Dosis 1 Sentuh 99,6 Persen, Dosis 2 Sudah 80 Persen

Capaian Vaksin Covid-19 di Balikpapan, Dosis 1 Sentuh 99,6 Persen, Dosis 2 Sudah 80 Persen

Kaltim | Rabu, 22 Desember 2021 | 18:44 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×