KemenPPPA Ungkap Bentuk Kekerasan Seksual yang Rentan Terjadi Pada Remaja

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 28 Desember 2021 | 11:20 WIB
KemenPPPA Ungkap Bentuk Kekerasan Seksual yang Rentan Terjadi Pada Remaja
ilustrasi kekerasan seksual. [ema rohimah / suarajogja.id]

Suara.com - Remaja dengan rentang usia 13 hingga 17 tahun masih menjadi kelompok yang rentan alami kekerasan seksual. Temuan dari survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan, kekerasan seksual lebih banyak terjadi di wilayah perkotaan daripada di desa.

Deputi Bidang Perlindungan Anak KemenPPPA Nahar mengatakan, kekerasan seksual bisa terjadi secara kontak langsung maupun nonkontak.

Ia menyebut, pengalaman kekerasan seksual nonkontak pada anak 13 sampai 17 tahun di perkotaan paling banyak terjadi pada perempuan dengan angka 3,79 persen, dibandingkan anak laki-laki dengan 2,3 persen.

Di wilayah pedesaan, kekerasan seksual nonkontak juga lebih banyak terjadi pada anak perempuan yaitu sebanyak 2,79 persen, sedangkan anak laki-laki 1,91 persen.

"Dari jenis kekerasannya, ada dipaksa melihat foto atau video sex ini angkanya tinggi di perempuan di perkotaan. Kemudian dipaksa untuk berada dalam foto atau video sex perbandingannya ada 0,8 persen di wilayah pedesaan," jelas Nahar dalam konferensi pers virtual, Senin (27/12/2021).

Jenis kekerasan seksual non kontak lainnya berupa dipaksa mengirimkan teks, gambar, ataupun video kegiatan seksual. Nahar menyebutkan, angka di perkotaan juga tertinggi masih terjadi pada perempuan dengan 2,45 persen.

Sementara itu, pengalaman kekerasan seksual kontak pada remaja usia 13 sampai 17 tahun juga masih lebih banyak dialami anak perempuan di perkotaan.

Bentuk kekerasan seksual kontak berupa sentuhan yang tidak diinginkan, diajak berhubungan seks, dipaksa secara fisik berhubungan seks, dan hubungan seks dengan tekanan, ancaman, pengaruh atau pun kekuasaan.

Terkait pelaku kekerasan seksual, KemenPPPA menemukan bahwa paling banyak masih dilakukan oleh teman atau kelompok sebaya. Disusul pelaku oleh pacar atau pasangan dan orang tidak dikenal.

baca juga

Nahar mengatakan, KemenPPPA masih harus mengungkap pelaku yang dimaksud tidak dikenal tersebut.

"Ini catatan, tidak dikenal juga perlu kami analisis karena bisa jadi responden anak sulit untuk mengatakan siapa pelakunya," katanya.

Di sisi lain, informasi mengenai layanan pengaduan tindakan kekerasan sebenarnya telah cukup banyak diketahui anak, baik di perkotaan maupun di desa. Hanya saja, belum banyak anak yang menjadi korban bisa mengakses layanan tersebut, terutama di desa.

"Kami hawatir layanan di level desa masih dianggap kurang. Oleh karena itu, kebijakan Bu Menteri untuk mendorong desa ramah anak dan peduli perempuan kita harapkan bisa menjawab persoalan seperti ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2021: KPAI Catat 18 Kasus Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan, 55 Persen Pelakunya Guru

2021: KPAI Catat 18 Kasus Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan, 55 Persen Pelakunya Guru

News | Selasa, 28 Desember 2021 | 10:59 WIB

Kekerasan Seksual Anak 2021: Didominasi di Satuan Pendidikan yang Bernaung di Kemenag

Kekerasan Seksual Anak 2021: Didominasi di Satuan Pendidikan yang Bernaung di Kemenag

News | Selasa, 28 Desember 2021 | 10:58 WIB

Heboh Laporan Korban kekerasan Seksual Diabaikan Polisi, Ini Tanggapan Polda Metro Jaya

Heboh Laporan Korban kekerasan Seksual Diabaikan Polisi, Ini Tanggapan Polda Metro Jaya

Bekaci | Selasa, 28 Desember 2021 | 08:58 WIB

Terkini

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:00 WIB

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko

Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:54 WIB

×