Suara.com - Setiap perempuan yang sudah menikah, tentunya ingin memiliki anak. Tes kehamilan adalah satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda hamil atau tidak. Selain melalui tes, ada beberapa tanda awal kehamilan yang perlu juga Anda tahu.
Jika Anda merasa terlalu dini untuk melakukan tes, Anda bisa memperhatikan terhadap tanda-tanda awal – atau mungkin Anda merasa sudah mengalami beberapa gejala awal kehamilan.
Melansir dari berbagai sumber, simak berikut ini beberapa tanda awal kehamilan yang penting untuk diketahui bagi para ibu yang sedang menjalani program hamil.
1. Periode Menstruasi Terlewat
Siklus menstruasi Anda adalah cara tubuh Anda mempersiapkan kemungkinan kehamilan setiap bulan. Bagian dari itu adalah penebalan lapisan rahim Anda, di mana sel telur yang telah dibuahi akan ditanamkan untuk memulai kehamilan.
Jika Anda tidak hamil, menstruasi Anda adalah bagaimana rahim Anda melepaskan lapisan ekstra itu. Jika Anda hamil, lapisan itu tetap menempel dan Anda tidak mendapatkan aliran normal. Inilah sebabnya periode menstruasi yang terlewat seringkali menjadi tanda awal kehamilan.
![Ilustrasi perempuan sedang alami menstruasi. [shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/original/2017/01/20/o_1b6sstnr81fae13nr17ng1jt46dla.jpg)
2. Bercak atau pendarahan ringan
Banyak wanita terkejut mengetahui bahwa bercak atau pendarahan ringan bisa menjadi tanda awal kehamilan, tetapi sekitar sepertiga wanita mengalaminya. Ini sering disebut pendarahan implantasi karena dokter percaya itu terjadi saat sel telur yang telah dibuahi menempel (atau menanamkan) dirinya ke dalam lapisan rahim.
Pendarahan implantasi biasanya terjadi 10 hingga 14 hari setelah pembuahan, yang terjadi tepat sebelum atau tepat pada saat menstruasi Anda jatuh tempo. Jadi, Anda mungkin berpikir bahwa Anda telah mendapatkan menstruasi.
3. Sakit perut bagian bawah atau kram
Kam dan nyeri perut bagian bawah bisa menandakan datangnya menstruasi, itu juga bisa menjadi tanda implantasi sel telur. Kram implantasi dapat terjadi dengan atau tanpa bercak atau pendarahan, dan mungkin terasa berbeda dari kram menstruasi.
Tetapi kram menstruasi sering kali terasa seperti nyeri berdenyut atau tumpul, dan biasanya dimulai satu atau dua hari sebelum menstruasi.

4. Suhu tubuh basal yang lebih tinggi
Jika Anda telah melacak suhu tubuh basal (BBT) Anda untuk meningkatkan peluang Anda untuk hamil, Anda mungkin tahu bahwa BBT Anda naik sedikit tepat setelah ovulasi. Jika Anda hamil, suhu Anda mungkin tetap tinggi daripada turun kembali.
Tentu saja, Anda bisa menjadi panas karena alasan lain, tetapi jika itu berlangsung lebih dari beberapa minggu, itu bisa jadi tanda kehamilan.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
5 Momen Gilang Dirga Umumkan Kehamilan Istri, Banjir Tangis Haru!
Entertainment | Selasa, 04 Januari 2022 | 11:01 WIB
Ini Dia Pilihan Klinik Fertilitas untuk Membantu Program Kehamilan Ayah dan Bunda
Press Release | Selasa, 04 Januari 2022 | 06:42 WIB
3 Artis Umumkan Kehamilan di Awal Tahun, Ada yang Menanti Momongan hingga 5 Tahun
Entertainment | Minggu, 02 Januari 2022 | 15:09 WIB
Terkini
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB